Dikira Bunuh Bebek, Rusdah Diancam Pedang Oleh Tetangga 

Palembang – Gara-gara sudah dituduh membunuh bebek milik tetangganya berinisial OL (35), seorang ibu rumah tangga yakni Rusdah (40) hendak dibunuh oleh tetangganya tersebut dengan menggunakan pedang.

Beruntung, korban beserta kedua anaknya cepat menghindari tetangganya tersebut dengan cara masuk ke dalam rumahnya di Jalan Sungai Rengas, RT 33, RW 05, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang.

Atas kejadian itu, korban ditemani suami dan anaknya mendatangi Polresta Palembang, Selasa (7/3) sore untuk melaporkan perbuatan tetangganya itu.

Dihadapan petugas, korban menceritakan kejadian yang menimpanya itu terjadi, Sabtu (28/1) kemarin. Dimana, OL mendapatkan laporan dari tetangga juga, yang mengatakan korban sudah membunuh bebeknya.

“Awalnya ada bebek dia yang mati di samping rumah saya, dan dia menuduh saya yang membunuhnya karena mendapatkan laporan dari tetangga juga. Padahal saya tidak melakukannya,” kata korban dihadapan petugas.

Usai mendapatkan kabar itu, lanjut Rusdah, terlapor langsung mendatanginya seraya membawa pedang dan mengibaskan sajam tersebut. Bahkan, OL juga sempat berkata akan membunuh korban dan sekeluarga.

“Saya dan anak-anak langsung masuk ke rumah dan mengunci pintu untuk menyelamatkan diri. Kalau tidak, mungkin sudah dibacok dia. Mungkin, karena kesal, dia menebaskan pedangnya ke tanaman pisang kami,” katanya

Rusdah menuturkan, sebenarnya kejadian itu sudah sangat lama dan tidak memperkarakannya kalau tetangganya tersebut. Namun, dikarenakan tidak adanya itikad baik dari OL, maka dari itulah ia melapor polisi.

“Ketua RT berjanji akan menyelesaikan masalah ini, namun hingga saat ini tidak ada pertemuan antara kami berdua. Saya merasa terancam, dan mempunyai anak lelaki takut terjadi apa-apa dengannya,” tambah Rusdah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera ditindaklanjuti oleh anggotanya di lapangan.

“Laporannya sudah kami terima, dan anggota kita akan segera melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi yang melihat kejadian itu. Kalau memang bersalah, tentu pelaku akan ditangkap,” tutupnya. (korankito.com/denny)