BPPOM Segel Pabrik Air Mineral di Basuki Rahmat

SIDAK – Polda Sumsel beserta BP POM saat melakukan sidak di pabrik air isi ulang Subur Sumber Sentosa (SSS) yang terletak di Jl Basuki Rahmat, Selasa (7/3)

Palembang – Sekitar Pukul 15.00 Anggota dari kepolisian Polda Sumsel beserta BP POM melakukan Sidak di sebuah pabrik air isi ulang Subur Sumber Sentosa (SSS) yang terletak di Jl Basuki Rahmat, Selasa (7/3).

Informasi yang dihimpun, sidak tersebut dilakukan karena pabrik tersebut sudah tidak memiliki surat izin produksi. Saat dilakukan sidak, sang pemilik pabrik yakni Sutiyono langsung melakukan protes kepada para anggota dan BPPOM karena pihaknya merasa sudah melengkapi semua prosedur yang diinginkan BPPOM.

Sutiyono menilai dalam sidak tersebut tidak ada surat tanda bukti operasi tangkap tangan yang diberikan oleh BPPOM dan bukti laporan. Dalam sidak tersebut, Sutiyono mengungkapkan, di depan para anggota, dirinya berani mengajak BPPOM untuk membuktikan di pengadilan bahwa usaha yang dirintisnya sudah melakukan perpanjangan, dengan menunjukan bukti pembayaran dari rekening bank. Namun, sampai saat ini belum mendapat sertifikat atau surat izin produksi dari BPPOM.

“Jangan semena-mena, kita ini negara hukum, saya sudah mengikuti semua prosedur yang diberikan negara, dan saya minta bukti laporan atas sidak yang dilakukan,” ujar Sutiyono saat beradu argumen dengan anggota dan BPPOM.

Selain itu, Sutiyono juga mengatakan, bahwa pihaknya tak segan-segan akan melaporkan balik dan melaporkan hal tersebut atas dugaan mengganggu ketertiban dan kenyamanan usahanya.

“Saya bisa laporkan ini ke Polda Sumsel dengan laporan pencemaran nama baik dan masuk tanpa izin. Disini saya sudah menunjukan bukti dan saya juga ingin meminta bukti. Lagi pula usaha saya tidak melakukan hal-hal yang merugikan seperti memproduksi air minum yang tidak higienis. Kalo untuk masalah kelengkapan prosedur saya ada buktinya, dan saya terus memperpanjang izi produksi, hanya saja suratnya belum keluar oleh BPPOM,” katanya.

Mendengar perkataan sang pemilik pabrik, pihak dari anggota kepolisian dan BPPOM langsung melakukan penyegelan dan menyita beberapa kardus Air mineral yang ada didalam pabrik.

Sementara itu Devi selaku Kepala Balai POM Palembang menjelaskan, penyegelan tersebut dilakukan karena pihak pabrik secara terang-terangan memproduksi air minum tanpa surat izin edar. Dan masalah kelengkapan pihak pabrik yang memberikan bukti surat-surat, dirinya mengatakan dari kelengkapan tersebut masih ada yang belum melengkapi prosedur.

“Kita melakukan penyegelan ini karena pabrik tersebut masih memproduksi tapi tidak memiliki surat edar, dan akan kita tindaklanjuti. Untuk masalah dia sudah membuktikan dengan menunjukan rekening, itu hanya bukti dia memperbarui bukan memperpanjang,” ungkap Devi.

Selain itu, ketika disinggung apakah penyegelan tersebut ada kaitannya dengan bisnis atau kompetitor pabrik tersebut, dirinya menampik dalam penyegelan tersebut tidak ada unsur persaingan bisnis dan murni prosedur penegakan hukum.

“Tidak ada masalah bisnis, ini memang sesuai prosedr hukum yang sudah ditetapkan,” singkatnya.

Terkait pihak pabrik yang akan melaporkan balik terkait penggeledahan tanpa surat tersebut, dirinya juga mengatakan, pihak pabrik sah-sah saja melaporkan ke polisi.

“Silahkan, kalau pihak pabrik ingin melaporkan ke Polda Sumsel, karena kita juga punya bukti terkait penggeledahan tersebut. Untuk selanjutnya kita akan melanjutkan proses hukum yang berlaku,” tutupnya.(korankito.com/kardo)