Wakil Ketua DPRD Sumsel Minta Lokakarya Ditunda

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) Nopran Marjani. Foto/eja

Palembang – Dengan semakin ramainya pemberitaan tentang rencana keberangkatan Kepala Sekolah untuk lokakarya kr Eropa, Sehubungan dengan itu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) Nopran Marjani meminta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel tunda keberangkatannya untuk Lokakarya bersama kepala SMA/K ke Eropa.

Kepada koran Kito, Nopran menegaskan, perjalanan lokakarya ini tidak tepat waktunya. Pasalnya, dalam bulan Maret ini banyak kegiatan penting di sekolah menjelang UN, seperti ujian praktik, USBN dan lainnya.

“Kami (DPRD Sumsel) meminta lokakarya ini ditunda, kalau masih nekat berangkat maka kami akan bawa ke rapat Paripurna untuk dievaluasi. Bahkan kalau masih tidak mengindahkannya, dia (Widodo) bakal di copot dari jabatannya sebagai Kadisdik,” terangnya saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (6/03).

Dikatakannya, belum lagi masalah gaji guru dan tenaga kependidikan yang terlambat seperti saat ini baik PNS maupun honorer. Ia menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum tahu keberangkatan itu menggunakan dana pemerintah atau pribadi.

 “Kalau menggunakan dana pemerintah, tunda dulu lah. Urusi yang lain yang lebih penting. Kalau menggunakan dana pribadi, sudah tentu jalan-jalan itu. Tidak tepat waktunya untuk berangkat sekarang, karena kondisi yang seperti ini. Kalau mau berangkat kan bisa diwaktu libur sekolah,” tuturnya.
 
Selain itu, Nopran mempertanyakan, apakah harus ke Eropa untuk Lokakarya, sedangkan di negara tetangga juga pendidikannya sudah sangat baik dan cocok dengan sistem pendidikan di Sumsel.
“Apakah di Sumsel bisa mengadopsi sistem pendidikan di Eropa. Apakah Sumsel sudah mampu mendanai pendidikan seperti di Eropa,” tanyanya melalui koran Kito.
(korankito.com/eja)