SMAN 10 Terima Bantuan 80 Unit Laptop

 

Serahterima bantuan 80 unit Laptop dari komite SMAN 10 Palembang kepada kepala sekolahnya Firman Azwar selepas upacara bendera, Senin (06/02) foto/eja

Palembang – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Palembang terima bantuan 80 komputer jinjing (Laptop).

Bantuan laptop ini merupakan sumbangan dari orangtuanya siswa, Bank Sumsel-Babel, BPJS Regional III Sumsel dan alumninya yang diberikan secara simbolis melalui komite SMAN 10 Palembang kepada kepala sekolahnya Firman Azwar selepas upacara bendera, Senin (06/02).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komite SMAN 10 Zulkifli, total bantuan yang diberikan ini mencapai 80 unit laptop dan lima servernya untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bulan April nanti. “Ada 60 unit laptop dari orangtuanya siswa plus 5 servernya. Sedangkan dari Bank Sumsel-Babel ada satu unit, BPJS Regional III Sumatera Selatan (Sumsel) ada 12 dan dari alumni ada 7 unit sehingga totalnya ada 80 unit laptop dan lima servernya,” terangnya seusai mengecek laptop untuk pelaksanaan UNBK di ruang laboratorium komputer SMAN 10 Palembang, Senin (06/03).

Hal senada diungkapkan oleh perwakilan orangtua siswa SMAN 10 Palembang Abdul Aziz, sebelumnya pihaknya sudah menyebar proposal bantuan kepada pihak BUMN dan BUMD maupun BUMS untuk memberikan bantuan dalam pelaksanaan UNBK anak didik di SMAN 10 Palembang. Pasalnya, ia menilai, peningkatan mutu pendidikan baik dari sarana dan prasarana juga merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah dan sekolah, namun sayangnya sebagian besar tidak ada yang merespon.

“Kita sudah meminta bantuan kepada BUMS, BUMN dan BUMD, namun proposal kita tidak digubris sedangkan siswa sangat membutuhkannya. Jadi kami bersama komite mencari upaya lain untuk memenuhinya. Kemarin kita kirimkan 40 proposal, yang acc cuma Bank Sumsel dan BPJS saja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 10 Palembang Fit Azwar menerangkan, Pihaknya masih kekurangan 70 unit komputer lagi. Dengan jumlah itu diperkirakan cukup memadai untuk pelaksanaan UNBK. Idealnya, lanjutnya, komputer itu menyamai jumlah siswanya yaitu 410 anak sehingga anak dapat melaksanakan UN secara bersamaan. Karena keterbatasan itu, pihaknya menjadikan UNBK dalam tiga sesi dan meminjam laptop siswa untuk kekurangannya.

“Bantuan itu masih kurang kita masih butuh 70 unit komputer lagi. Untuk menutupinya maka kami meminjam dari siswa yang mempunyai laptop, yang tentu saja sebelumnya sudah meminta izin dari orangtua mereka,” pungkasnya (korankito/eja)