Langkah Untuk Menghadapi Anak Yang Penakut

 

Foto/pixabay.com

Anak yang penakut dan pemalu cenderung menutup diri, ia lebih nyaman berada seorang sendiri atau kalau tidak berada bersama orang yang selalu mendampinginya misalnya ayah atau ibu. Anak-anak dengan sifat seperti itu lebih sensitif, kurang percaya diri ketika beraktivitas atau berada di tempat umum bersama orang lain sekalipun itu anak-anak sebayanya, tidak mudah bersosialisasi, gampang tersinggung, pesimis dan rewel bahkan cengeng.

Jika dibiarkan begitu saja, anak akan terperangkap pada dunia yang salah sampai ia dewasa nanti. Orangtua berperan penting untuk membebaskan anak dari kebiasaan takut dan malu. Pembentukan karakter anak dipengaruhi oleh bagaimana orangtua dapat membimbing dan berperan aktif dalam proses pembentukan karakter yang diharapkan.

Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan ketika Anda menyadari bahwa anak Anda cenderung penakut dan pemalu :

1.Beri respons dan dorongan yang positif

Respons dan dorongan yang positif akan membuat anak jauh lebih tenang. Ketika anak tenang, mereka akan lebih mudah dibujuk untuk menjadi berani. Asah terus keberaniannya dengan membantunya melawan setiap ketakutan dan rasa malu yang muncul. Saat anak sudah berhasil mengalahkan rasa takutnya, tetap dampingi mereka sampai mereka benar-benar telah merasa nyaman dengan lingkungan barunya.

2.Usahakan untuk selalu mengikutsertakan anak dalam aktivitas Anda

Melibatkan anak dalam kegiatan Anda sehari-hari juga dapat menjadi terapi ringan yang dapat membantu anak menjadi berani. Misalnya, ajak anak ke pasar atau ke acara arisan Anda. Secara tidak langsung, anak akan belajar bagaimana bersikap di depan banyak orang. Tetap bersamanya, sambil mengajarkan dia untuk berani berkenalan, berbicara atau berinteraksi dengan orang lain.

3.Hindari membicarakan rasa takut si kecil pada orang lain didepan mereka apa lagi jika disertai dengan nada mengolok-olok. Di usia ini, si buah hati sudah bisa merasakan malu atau marah karena menjadi bahan ceritaan yang menurutnya kurang bagus.

4.Tumbuhkan rasa percaya dirinya melalui pujian

Pujian atau kata-kata yang membangun akan membangkitkan kepercayaan diri anak. Sesekali beri pujian yang tulus sebagai bentuk penghargaan Anda kepada anak apa pun hasil kerjanya. Berikan pujian ketika anak mulai berani menunjukkan keberaniannya.

5.Pererat hubungan dengan anak

Kasih sayang, cinta, perhatian, pelukan, belaian dan kecupan itu sangat penting untuk mempererat hubungan Anda dengan anak karena semua hal tersebut dapat membuat anak merasa aman dan tenang. Bentuk kasih sayang orang tualah yang dapat membangkitkan keberanian dan rasa percaya diri itu tumbuh.

6.Kenalkan anak pada lingkungan luar

Jangan mengurung anak di dalam rumah saja atau membatasi pergaulannya. Karena itu akan membuat anak menjadi “kaget dan asing” ketika ia melihat dunia lain selain rumahnya. Sedikit demi sedikit kenalkan anak pada lingkungan sekitar rumah Anda. Biarkan anak mengamati dan melihat anak-anak lain yang bermain dulu sampai saat ia berani untuk terlibat langsung.

7.Jangan pernah mengancam akan meninggalkan mereka. Bagi si kecil berpisah dengan ayah bunda dapat menimbulkan ketakutan yang amat besar dan dapat memicu ketakutan dalam jangka panjang. Alih-alih mengancam akan meninggalkanya, seharusnya ayah bunda lebih meyakinkan si kecil bahwa ayah bunda akan selalu ada untuknya.

Demikian langkah yang bisa kita ambil untuk menghadapi anak yang penakut. Semoga bermanfaat! (korankito.com/berbagai sumber/***)