Bisa Dipercaya

900 Siswa Ramaikan Mineral Cup 2017

Palembang – Sebanyak 900 siswa dari 60 SMA sederajat di Sumatera Selatan (Sumsel) ikuti Mix of Inteligent, Emosional and Spiritual (Mineral) Cup 2017. Kegiatan ini diselenggarakan oleh sekolah menengah atas negeri (SMAN) 6 Palembang selama dua hari sejak tanggal 4-5 Maret.

Ketua pelaksana sekaligus pembina organisasi siswa intra sekolah (OSIS) SMAN 6 Palembang Dahlia mengatakan ada 60 SMA sederajat dari beberapa kabupaten/kota di Sumsel seperti Palembang, Baturaja, Prabumulih, Gelumbang, Banyuasin, Sekayu, OKI, dan OI yang berjumlah 900-an peserta.

Berita Sejenis
1 daripada 3.096

“Ada 13 cabang lomba dalam mineral cup kali ini dimana tiga lomba untuk internal yakni pameran teknologi, bazar dan fotografi. Sedangkan untuk eksternal ada 10 lomba yaitu MTQ, Da’i, Nasyid, lomba karya tulis ilmiah (LKTI), Mading 3D, elsisi (cerdas cermat) Mipa, elsisi PAI, Padus, Story telling dan teater,” terangnya, Ahad (5/3).

Menurutnya, ini adalah Mineral Cup yang kelima, dimana sebelumnya kegiatan ini bernama ‘Karier D’ yaitu menampilkan potensi anak dari semua materi ilmu pengetahuan. “Bedanya adalah, untuk Mineral Cup ini lebih mensinergikan dengan visi, misi sekolah yaitu unggul dalam iman, ilmu dan budaya dalam suasana islami yang berwawasan lingkungan,” bebernya.

Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan agenda tahunan, dimana setiap sekolah memperebutkan piala bergilir. “Mereka akan memperebutkan piala bergilir. Ada juga trophy, piagam dan uang pembinaan ditiap cabang lomba. Dan tahun lalu juara umumnya adalah SMAN 1 Palembang,” tuturnya.

Selain itu, untuk peserta yang dari luar daerah pihaknya hanya mencarikan penginapan yang sebelumnya memang sudah pernah bekerja sama untuk menampung peserta dengan harga yang dikondisikan. “Akomodasi penginapan dan transportasi mereka menggunakan biaya sendiri, kami hanya menyiapkan konsumsi saja selama mereka mengikuti lomba,” jelasnya.

Sementara itu, panitia pelaksana sekaligus bendahara OSIS Anida Fahira menguraikan, untuk tahun ini pesertanya lebih banyak dari tahun lalu yang hanya berjumlah 500-600 peserta. Pihaknya menyebar undangan melalui surat resmi, sosial media, email bahkan melalui siaran radio.

“Yang kita harapkan bisa menjalin silaturahmi antara sekolah. Untuk persiapannya sendiri sudah kami lakukan sejak Desember 2016 silam denganenyebar undangan melalui berbagai media,” urainya.

Ia menambahkan, ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya dala. Mempersiapkan kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini. Salah satunya yaitu adalah untuk menentukan konsep yang berbeda tiap tahunnya, jadi dalam rapat panitia sering ada perbedaan pendapat.

“Tahun ini ada tambahan lomba dan ada yang dihapuskan, misalnya kemarin ada lomba sastra non sastra, nah tahun ini diganti elsisi (lomba cerdas cermat) MIPA dan PAI,” pungkasnya. (korankito.com/eja)