Bawa Shabu, Pelajar Ini Ditangkap Polisi

Kapolsek Sukarame, Kompol Achmad Akbar saat menggelar kasus di Polsek Sukarame Palembang. Foto/kardo

Palembang – Nasib apes harus dialami FE (18) seorang pelajar salah satu sekolah di Palembang. Ia kedapatan membawa narkoba jenis shabu sebanyak satu paket kecil. Kini dirinya harus mendekam di sel tahanan Polsek Sukarami Palembang.

Informasi yang dihimpun, tersangka yang tercatat sebagai warga Tanjung Barangan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, dibekuk Senin (20/2) sekitar pukul 22.00.

Di hadapan petugas, FE mengaku sebelum kejadian dirinya bersama dengan empat orang lainnya berinisial R, G, S dan A, pergi menggunakan kendaraan roda empat. “Sebelumnya, saya dijemput oleh S di rumah dan diajak ke warung kopi di kawasan KM 12,” Ujar tersangka yang masih berstatus pelajar ini.

Saat berada di warung kopi tersebut, dikatakan FE salah satu kenalannya berinisial L, hendak menggunakan narkoba dan meminta untuk diambilkan dengan seorang bandar narkoba di kawasan Tanjung Barangan.”Narkoba itu sudah kami ambil. Dan akan kami gunakan di kawasan Jalan Kolonel H Burlian, KM 7 atau tepatnya di Naskah,” ungkapnya.

Saat berada di Naskah, diutarakan FE dirinya dan kedua rekannya, G dan S yang menggunakan barang haram tersebut. “Saya langsung ditangkap dan dibawa ke Polsek Sukarami, usai menggunakan barang tersebut dengan teman-teman saya pak,”

Menurutnya, kedua temannya, S dan G juga menggunakan narkoba tersebut. Hanya saja dirinya yang ditangkap dan dibawa ke Polsek Sukarami. “Cuma saya yang dibawa,” ucap dia.

Sementara itu Kapolsek Sukarame, Kompol Achmad Akbar, menuturkan, pelaku diduga membeli narkoba untuk digunakan sendiri. “Pelaku ditangkap personil saat melaksanakan penyelidikan melalui hunting dan memperoleh informasi bahwa pelaku memiliki narkoba,” kata dia.

Saat disinggung adanya rekan pelaku yang juga turut menggunakan narkoba, dirinya mengatakan saat penangkapan yang memegang barang tersebut hanya ada di FE, dan untuk selanjutnya kedua teman tersangka masih dimintai keterangan namun akan terus dilakukan pengembangan dan penyelidikan.

“Tersangka akan kita kenakan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tuturnya. (korankito.com/kardo)