Widodo : UNBK Bukan Ajang Adu Gengsi

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo.foto/ejak

Palembang – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bukanlah ajang adu gengsi antar sekolah. UNBK merupakan sebagai bentuk peningkatan integritas pemetaan kecerdasan siswa. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo saat dijumpai awak media di ruang kerjanya, Jum’at (03/03).

Dikatakannya, sampai saat ini memang belum pihaknya temukan sekolah yang memaksakan diri untuk UNBK dan ia berhara agar kedepan tidak ditemukan hal semacam ini. “Yang saya khawatirkan ini akan menjadi ajang adu gengsi antara sekolah yang menyelenggarakan dan tidak menyelenggarakannya,” tegasnya.

Menurutnya, Diknas tidak pernah memaksa setiap sekolah untuk melaksanakan UNBK. “Kita utamakan yang siap saja dan untuk sekolah yang bisa menginduk ke sekolah penyelenggara UNBK dalam radius maksimal lima kilometer,” bebernya.

Pihak sekolah yang tidak bisa menyelenggarakan UNBK ataupun menginduk sebelumnya sudah didata dan diajukan untuk mendapat bantuan komputer dan diutamakan di daerah perairan seperti di Muba, Banyuasin, dan Oki, namun sayangnya belum ada angin segar mengenai bantuan tersebut.

“Kalau memang tidak mampu melaksanakan UNBK ya jangan dipaksakan. Saya tegaskan sekali lagi, ini bukan ajang adu gengsi melainkan pemetaan yang terintegritas melalui UNBK. Jadi laksanakan saja ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) atau UN manual seperti biasanya,” tukasnya. (korankito.com/eja)