Dampak Buruk Sering Berbohong Terhadap Anak Anak

Iliustrasi/freeeducationideas.com

Mungkin sebagai orang tua kita pernah berbohong pada anak, namun perlu diwaspadai risiko-risiko yang terjadi sebagai akibatnya di belakang hari.

 

Karena anak adalah peniru ulung. Apapun yang dilakukan orangtua atau orang dewasa secara tidak langsung akan membentuk kebiasaan pada anak.

Maka jika orangtua atau pendidik melakukan kebohongan, bukan tidak mungkin di usia perkembangan atau sampai dewasa, dia akan tumbuh menjadi anak yang suka berbohong.

Berikut dampak buruk yang akan dialami anak dimasa yang akan datang sbb :  

1.Anak akan meniru karena anak paling jempolan meniru. Nanti ketika sang anak kemudian mengetahui Anda berbohong, maka satu saat nanti ia membohongi Anda atau orang lain.

2.Anak yang terlalu sering dibohongi juga rentan stres. Mungkin karena hidupnya selalu mulus, hingga ia rentan saat menghadapi tekanan.

Contohnya, Anda selalu mengatakan toko es krim tutup saat anak sangat ingin makan es krim. Padahal perlu juga menerangkan  bahwa Anda melarangnya makan es krim karena ia sedang batuk. Gara-gara itu anak bisa stres kalau dilarang makan es krim. Sementara anak perlu juga belajar menerima ‘penolakan’ yang dapat menekan sebuah keinginan, sebagai modal untuk tumbuh menjadi anak tangguh.

3.Anak akan membentuk persepsi yang salah tentang sesuatu akibat kebohongan yang diterimanya. Misalnya, anak yang dibohongi akan ditangkap polisi kalau tidak mau makan. Akibatnya ia bisa jadi akan takut pada polisi dan hanya mau makan jika diancam.

Nah. Dari uraian diatas, marilah mulai sekarang, kita sebagai pendidik atau orangtua, hindari perkataan bohong pada anak, katakan kepada siapa saja yang membawa anak kita, “Jangan membohongi anak kecil, “Jangan berbohong pada anak meski untuk hal sepele”.

Kita semua tentu tidak ingin, anak kita kelak menjadi anak yang sering bohong kepada siapapun.(korankito.com/berbagaisumbet/***)