Ahmad Nopan : SP2J Akan Bertanggung Jawab

Direktur Utama Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Ahmad Nopan

Palembang – Direktur Utama Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Ahmad Nopan menegaskan akan bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa salah satu pejalan kaki yang tertabrak Bus Transmusi kemarin sore, Kamis (3/3) .

Ditemui usai mendampingi peserta Kolaborasi Tunas Integritas Nasional I Tahun 2017 untuk berkeliling mengikuti Musi Tour ke Pulo Kemaro, Ahmad Novan mengatakan pihaknya sudah mengetahui kejadian tersebut.

“Ya saya sudah mendapatkan informasi, tim kami juga sudah turun kelapangan. Kami siap untuk bertanggung jawab,” ungkapnya, Jumat (4/3).

Menurut Nopan, ia sudah mendapatkan keterangan mengenai kejadian dan sudah melakukan konfirmasi dengan keluarga korban terkait kejadian tersebut. Bahkan dalam waktu dekat ia dan jajaran SP2J akan mejenguk langsung korban yang saat ini sedang dalam perawatan disalah satu rumah sakit swasta.

“Informasi yang saya terima ya itu mungkin disebabkan kelalailan sopir kami. Namun saya juga sedang mencari informasi lebih banyak lagi, apakah kelalaian sopir atau apa. Karena berdasarkan keterangan sopir itu saat mengemudi masih dalam kecepatan yang biasa saja dan tidak mengebut. Untuk sementara sopir ditahan dulu untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Terkait adanya sopir Bus Transmusi yang kerap mengemudi dengan kecepatan yang tidak seharusnya, tambah Nopan, pihaknya selalu melakukan pengawasan dilapangan terkait para sopir bus ini. Bukan hanya pengawasan dilapangan saja, namun pembinaan di internal pun selalu dilakukan.

Ia mengakui meskipun tidak menerapkan alat sensor sebagai pengatur batas kecepatan mengemudi, namun dalam protap aturan tata cara mengemudi, sopir Bus Transmusi dilarang mengemudi diluar batas kecepatan mengemudi untuk dalam kota. Dimana batas kecepatan untuk mengemudi di dalam kota dan dikeramaian berkisar antara 20-60km/jam

“Kami selalu melakukan briefing mengenai protap mengemudi untuk para sopir dan itu selalu kami lakukan satu bulan empat kali. Dan kita juga ada tim dilapangan untuk mengawasi para sopir ini. Untuk kecepatan,” ujarnya.

Bahkan untuk bisa menjadi sopir Bus Transmusi, jelas Nopan, pihaknya tidak sembarangan dalam melakukan proses rekruitmen. Ada syarat-syarat khusus untuk bisa menjadi sopir bus Transmusi seperti harus lulus prsikotes dan tes drive.

“Terlepas dari kelalaian sopir, ini semua adalah musibah. Kedepannya kami akan lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaan kepada sopir-sopir bus Transmusi dilapangan agar kejadi ini tidak terulang lagi,” tukasnya. (korankito.com/ria)