Palak Sopir Truk, Sugeng Ditangkap Polisi

Palembang – M Sugeng (38), pelaku pemalakan disertai pemukulan terhadap sopir truk yakni M Teguh (46), ditangkap anggota kepolisian Polda Sumsel yang selanjutnya diserahkan ke Polsek Mariana, Rabu (1/3) malam.

Pelaku ditangkap saat berada di rumahnya Jalan Mata Merah, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Sementara itu, dua pelaku lainnya UT dan DD masih dalam pengejaran anggota kepolisian.

Berdasarkan data dihimpun, ulah pelaku berawal saat korban hendak menuju PT Teh Gelas, yang berada tak jauh dari rumah pelaku. Lalu, Sugeng bersama teman-temannya menyetop mobil korban dan meminta uang.

Namun, dikarenakan korban tak mau memberi uang, ia pun akhirnya dipukuli oleh kawanan pelaku. Hingga akhirnya, Teguh membuat pengaduan di Polda Sumsel.

Kapolsek Mariana AKP Naziruddin didampingi Kanit Reskrim Iptu Apriyadi membenarkan pihaknya sudah menerima penyerahan tersangka dari Polda Sumsel untuk ditindaklanjuti.

“Kejadian di Mata Merah, korban membuat pengaduan di Polda Sumsel. Pelaku juga ditangkap oleh Polda Sumsel yang selanjutnya diserahkan ke kita untuk pengembangan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (2/3) siang.

Lanjut Nazirudin, atas kejadian itu korban mengalami luka-luka akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh kawanan pelaku serta mengalami kerugian sebesar Rp 6 juta.

“Modusnya pelaku meminta uang kepada sopir sebagai uang pengawalan. Kalau tidak diberi, mobil yang dikemudikan oleh pelaku dilarang masuk. Namun, karena melawan akhirnya dipukuli oleh pelaku,” katanya.

Atas ulahnya itu, pelaku akan dikenakan pasal 170 ayat 2 KUHP dan pasal 368 KUHP dengan ancaman kurungan diatas lima tahun penjara.

Sementara, pelaku membantah dikatakan sebagai pelaku pemalakan. Menurutnya, ia hanya bekerja di sebuah perusahaan. Namun ketika ditanya nama perusahaan tempatnya bekerja, ia enggan menyebutkan namanya.

“Saya berkerja pak, dengan upah Rp 500 ribu per bulan. Kalau uang enam bulan ini, sudah habis dibagikan kepada teman-teman dan hanya kebagian uang sebesar Rp 250 ribu. Sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. (korankito.com/denny)