Bisa Dipercaya

Lokakarya Kepala Sekolah ke Eropa, Dituding Ajang Jalan-jalan Belaka

Rektor UPGRI Syarwani Ahmad. Foto/Eja

Palembang – Rencana keberangkatan kepala sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/K) se-Sumatera Selatan (Sumsel), yang akan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dianggap hanya sebagai ajang jalan-jalan.

Hal ini diungkap  pengamat pendidikan di Sumsel Syarwani Ahmad. Menurutnya, dana BOS itu diberikan pemerintah untuk meningkatkan mutu sekolah secara menyeluruh.

Berita Sejenis

Dijambret, Mahasiswi Kehilangan Ponsel

Mangkir Latihan, Nasib Bio Diserahkan Kepelatih

‘Mandra’ Diciduk Polisi Saat Pulang Kerumah

1 daripada 3.095

Memang, diakuinya, ada pos anggaran untuk perjalanan dinas luar kepala sekolah. Akan tetapi, harus disesuaikan dengan kapasitasnya, tidak harus ke Eropa mengingat biaya keberangkatannya berlipat dibanding ke negara di Asia.

“Kita lihat apa yang difokuskannya. Kalau untuk kemajuan sekolah memang baik, tetapi yang jadi pertanyaan itu kenapa harus ke Eropa, kalau seperti ini kan terindikasi untuk jalan-jalan saja. Sedangkan Malaysia dan Korea Selatan juga pendidikannya sudah sangat baik,” tukas Rektor PGRI Palembang ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo menjelaskan, penggunaan dana BOS itu boleh saja diperuntukkan untuk meningkatkan mutu sekolah dan mobilitasnya.

Agenda lokakarya Kepala SMA/K se-Sumsel yang rencananya akan menyambangi Eropa, menurut Widodo, bisa saja menggunakan dana BOS.

“Jadi kepala sekolah bisa saja memakai dana BOS untuk lokakarya asalkan dimuat dalam rencana anggaran dan kegiatan sekolah. Juknis BOS memang belum keluar, jadi terabas saja asal akuntabilitasnya transparan,” tegasnya.