Bisa Dipercaya

Dinas Kebudayaan Palembang Gelar Pemilihan Duta Budaya

Palembang – Dinas Kebudayaan Kota Palembang membuka pendaftaran untuk Duta Kebudayaan Kota Palembang. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan melalui Kabid SDM Kebudayaan Palembang Lysta Arisna, Kamis (2/3).

“Pendaftaran sudah kita buka sejak tanggal 28 Februari lalu,” ungkapnya sembari mengatakan pendaftaran gratis tidak dipungut biaya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.093

Lysta mengungkapkan tujuan dari diadakannya pemilihan Duta Budaya ini untuk mendapatkan sosok tokoh muda yang kreatif dan inisiatif, dinamis, berjati diri, dan berwawasan luas mengenai Kota Palembang. Khususnya Sumatera selatan dan Indonesia pada umumnya.

“Nanti para Duta Budaya juga memiliki tugas memperkenalkan sejarah Kota Palembang. Karena itu syarat utamanya harus mengetahui sejarah Kota Palembang dan juga tentunya menguasai Bahasa Palembang dan Bahasa Inggris,” jelasnya.

Sejak dibuka pada akhir Februari lalu, sudah ada beberapa peserta yang mendaftar untuk mengikuti pemilihan Duta Budaya. Adapun syarat untuk bisa mengikuti pemilihan Duta Budaya ini yakni putra dan putri dari kalangan mahasiswa, karyawan dan pelajar umum dengan usia minimal 17 tahun maksimal 25 tahun.

Selain itu berpenampilan menarik dan bersedia untuk mengikuti semua event-event yang diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang baik didalam Kota Palembang maupun di luar Kota Palembang.

“Duta Budaya ini nantinya akan ditempatkan di event-event yang diadakan oleh Pemkot Palembang. Mereka ini juga bisa diberdayakan untuk mendampingi para peserta event yang ingin mengetahui tentang sejarah Kota Palembang,” imbuhnya.

Lebih lanjut tambah Lysta peserta yang ingin mendaftar bisa datang langsung ke Kantor Dinas Kebudayaan Kota Palembang yang beralamat di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2 Palembang atau di samping Museum SMB II Palembangyang berada di area Benteng Kuto Besak (BKB).

“Tentunya untuk juri kita libatkan orang-orang di bidang kesenian dan budaya atau budayawan selain tim juri umum untuk penilaian diluar pengetahuan mengenai sejarah Kota Palembang,” tukasnya. (korankito.com/ria)