Bisa Dipercaya

Curi Puluhan Merpati, Tiga Pemuda Diciduk

Tiga tersangka pencuri puluhan burung merpati saat diamankan di Polsek Sukarami.foto/kardo

Palembang-Riski (20), warga Jalan Booster, Kecamatan Sukarami, dan Adrian (18), warga Jalan Serasi Kecamatan Sukarami, serta Wahyu (17), warga Jalan Purwodadi Kecamatan Sukarami Palembang, harus merasakan dinginnya sel tahanan Polsek Sukarami. Mereka nekat mencuri 44 ekor burung merpati di kawasan Talang Jambe.

Ketiganya dibekuk Unit Reskrim Polsek Sukarami usai menerima laporan dari pemilik penakaran burung merpati, Selasa (28/2).

Berita Sejenis

Ponsel Ojol Dilarikan Rekan Seprofesi

Lagi! Saat Nonton Bola, Sepeda Motor Raib

Tidak Punya Ongkos Pulang, Budi Curi Kotak Amal Masjid

1 daripada 25

Menurut Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono didampingi Kapolsek Sukarame Kompol Achmad Akbar, penangkapan ketiganya berawal dari laporan korban yang telah kehilangan puluhan ekor burung merpati.

“Kita lakukan penyelidikan dan pengejaran. Hingga akhirnya berhasil menangkap ketiganya,” kata Wahyu, saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolsek Sukarami, Kamis (2/3).

Wahyu mengatakan, modus operandi yang dilakukan ketiga tersangka yaitu mendatangi kediaman korban dengan menggunakan dua sepeda motor. Selanjutnya, dua orang masuk dan satu menunggu di atas motor. Saat berada di dalam kediaman korban, kedua pelaku langsung menggasak puluhan ekor burung tersebut, dan rencananya akan dijual di kawasan Pasir Putih, Kabupaten Banyuasin.

“Ketiganya beraksi karena saat itu tengah melewati kediaman korban yang diketahui memiliki penakaran burung merpati. Karena ada kesempatan, mereka langsung beraksi dan mengambil puluhan ekor burung merpati. Akibat ulahnya, ketiga tersangka akan kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” jelas Wahyu.

Tersangka Riski mengaku dirinya dan kedua rekannya hendak berkunjung ke rumah salah satu temannya di kawasan Talang Jambe. “Saat kami melintas di depan rumah korban, kami melihat burung merpati dan timbul niat untuk mencurinya,” jelas pria pengangguran ini.

Uang hasil penjualan burung merpati tersebut akan dipakai untuk membeli rokok dan makanan. “Rencananya uang hasil penjualan ingin kami belikan rokok, kami jualnya di Banyuasin seharga Rp15 ribu per ekor, tapi baru kami jual sembilan ekor sudah ditangkap,” jelasnya.korankito.com/kardo