Polsek Mariana Ringkus Sindikat Pembobol Rumah

Yudi, tersangka pembobol rumah kosong saat diamankan anggota Polsek Mariana.foto/deny

Palembang-Gara-gara membobol rumah milik Elis Mayuliawati (40), di Desa Tirto Sari, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin, Sumsel, Wahyudi alias Yudi (23), ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mariana.

Pengangguran ini diringkus polisi, saat berada di kediamannya di Desa Perajen, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel Rabu (1/2) sekitar pukul 12.00.

Dua pelaku lainnya, M Safei (23) dan Aldo Alfandi (22), sudah lebih dulu ditangkap dan sudah menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Pangkalan Balai, Banyuasin, Sumsel.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi komplotan Yudi Cs terjadi pada 16 April 2016. Saat itu ketiga pelaku mendatangi rumah korban yang dalam keadaan kosong.

Yudi mengambil besi behel yang berada di belakang rumah korban untuk mencongkel jendela. Usai terbuka, pelaku Safei dan Yudi masuk ke dalam, sementara Aldo menunggu di luar.

Dari rumah korban, para pelaku berhasil menggasak satu unit laptop, satu unit ponsel, satu unit DVD, serta barang berharga lainnya dan dokumen-dokumen penting. Akibat ulah para pelaku, korban Elis mengalami kerugian sekitar Rp6 juta.

Kapolsek Mariana AKP Naziruddin menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan pelaku saat ini sedang berada di kediamannya.

“Kita lakukan penyelidikan dan benar pelaku sedang berada di rumahnya, langsung saja kita ringkus. Dia ini merupakan buronan kita, tindak pidana pencurian di tahun 2016,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Selain terlibat tindak pidana pencurian, lanjutnya, pelaku juga terlibat dua laporan penganiayan dengan menggunakan senjata tajam terhadap M Safei dan Tomy yang masuk ke Polsek Mariana.

“Jadi selama dua bulan ini, pelaku sudah melakukan penganiayan terhadap dua orang. Pelaku, akan dikenakan pasal berlapis 363 KUHP dan 170 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Yudi mengaku barang-barang hasil curian itu sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Lantaran aksi yang ia lakukan bersama teman-teman diketahui oleh korban.

“Tidak kami jual, sudah kami kembalikan kepada orangnya. Karena dia tahu kami yang membobol rumahnya. Kalau kasus penganiayaan, Safei mengganggu adik saya, jadi saya datangi dan memukulnya,” kilah Yudi.(korankito.com/denny)