Bisa Dipercaya

Pemuda Harus Pandai Promosikan Potensi Daerah Via Sosmed

Direktur diplomasi publik Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Al Busyra Basnur.foto/ejak

Palembang – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI) meminta pemuda pandai mempromosikan daerahnya ke kancah internasional melalui sosial media alias sosmed.

Hal ini dikatakan Direktur diplomasi publik Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Al Busyra Basnur, di sela kuliah umum bertajuk, ‘Diplomasi Indonesia di Kawasan dan Peran Pemuda Dalam Mendukung Diplomasi Publik’ di lantai dua gedung Magister Manajemen Universitas Sriwijaya (Unsri) yang diikuti oleh ratusan mahasiswa jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) dari berbagai perguruan tinggi se-Kota Palembang.

Menurut Basnur, terjalinnya hubungan diplomatis antarnegara bukan hanya dari pemerintah saja. Namun yang lebih besar dipengaruhi oleh non-pemerintah seperti pengusaha dan pemuda terutama pelajar. Untuk itu pemuda harus dapat mempromosikan potensi daerahnya melalui media sosial agar dilirik oleh negara lain.

“Ada dua cara yang dapat dilakukan pelajar untuk berdiplomasi secara umum yakni melalui people to people contact dan promosi melalui media sosial. Apapun yang menarik, terutama asli daerahnya harus dikemas dan gencar dipromosikan melalui media sosial, sehingga dunia tahu,” tuturnya.

Dikatakannya, apalagi tahun depan Palembang menjadi salah satu kota penyelenggara Asian Games dimana itu adalah pesta olahraga internasional dan harus dapat dimanfaatkan pemuda untuk berdiplomasi.

Selain itu, dari pihak Kemenlu sendiri mempunyai beberapa program berdiplomasi untuk pelajar seperti melalui program beasiswa seni dan budaya yang diikuti oleh 60-70 pelajar dari 45 negara di lima kota di Indonesia yakni Yogyakarta, Surabaya, Makasar, Bali dan Padang. Lalu ada program outstanding student for the work yaitu program bagi pelajar yang berprestasi dalam berwirausaha.

“Kita ada program pertukaran pelajar, dari 2003 lalu sampai saat ini ada 718 pelajar dari 65 negara yang ikut program tersebut dan untuk tahun ini akan dimulai lagi bulan Mei-Agustus. Mereka akan belajar seni dan budaya di sanggar-sanggar di lima kota tersebut. Sedangkan untuk program pelajar berprestasi dalam berwirausaha setiap tahunnya kami kirim 12 orang ke negara-negara yang maju dalam bidang wirausaha dan untuk tahun ini akan kita kirim ke India,” tegasnya.

Salah satu panitia kuliah umum Aulia Annisa menambahkan dalam pelajaran yang ia dapatkan selama kuliah, memang diajarkan bagaimana cara mempromosikan apa saja yang ada di daerahnya melalui media sosial.

“Kami sering meng-upload trend atau lokasi yang sedang hits di daerah kami, terutama Palembang melalui media sosial agar bisa dilihat oleh dunia. Seperti pada hari raya Imlek 2017 lalu, kami memposting atraksi barongsai di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) dan mendapat viewer yang sangat banyak,” tambahnya.korankito.com/ejak