Pasca Kematian Febrianto, Diksar Mapala Palcomtech Bakal Dievaluasi

Pembantu Direktur III Ganda

Palembang – Febrianto Akbar, salah satu mahasiswa semester dua jurusan Sistem Informasi (SI) STMIK Palcomtech Palembang meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (Mapala) di Gunung Dempo.

Menanggapi peristiwa ini, pihak kampus melalui Pembantu Direktur III Ganda Hutasoit menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Menurutnya, kejadian yang tidak diinginkan tersebut terjadi karena cuaca alam yang ektrem saat proses pendakian menuju puncak Gunung Dempo, Pagaralam.

“Karena cuaca ektrem. Ada enam mahasiswa yang jadi korban yakni satu orang peserta dan 5 orang panitia. Tetapi kelima orang panitia Diksar bisa diselamatkan dan saat ini sudah keluar dari rumah sakit, sayangnya satu orang peserta itu meninggal dunia,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, belum ada sanksi yang diberikan kepada pihak panitia karena musibah tersebut terjadi disebabkan oleh faktor alam. Namun, evaluasi akan tetap dilakukan sebagai antisipasi agar kegiatan yang serupa tidak terulang kembali.

“Kita akan segera evaluasi dan pengarahan, mulai dari persiapan, ada izin orangtua, serta harus izin pemerintah daerah disana. Ke depannya yang akan diperketat lagi masalah tes kesehatan bagi mahasiswa yang ingin ikut Diksar. Semua prosedur sudah dilakukan panitia dan saya sendiri yang melepas mereka dari kampus,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Mapala se-Sumsel periode 2016 Adi mengatakan, cuaca ekstrem menjadi kendala utama yang menakutkan dalam pendakian. Dalam pendakian, ia menyarankan agar para pendaki mempersiapkan segala kebutuhan dan perencanaan dengan matang.

“Yang paling penting adalah kesiapan akan kebugaran tubuh sebagai langkah mengatisipasi keadaan alam saat mendaki yang tidak tentu dan selalu berubah-ubah secara tidak pasti hingga pada kategori cuaca ekstrim,” tambahnya.korankito.com/ejak