BPN Empatlawang Ajak Warga Bikin Sertifikat Prona

Pegawai Kantor BPN Empat Lawang foto bersama di depan kantor BPN yang berada di Jalan Poros Tebing Tinggi-Pendopo.foto/rodi

Empatlawang-Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasioal (BPN) Republik Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengurus admistrasi tanahnya melalui Program Pendaftaran Sistematis (PTSL).

Progaram Nasional berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Nomor 1 tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap tersebut, menargetkan 5 (lima) juta sertipikat se-Indonesia.

Untuk itu Kantor Pertanahan Kabupaten Empatlawang, mengajak masyarakat Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, untuk mengikuti program tersebut melalui kegiatan Program Nasional Agraria (Prona) tahun 2017 ini.

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Empatlawang, untuk menyertifikatkan lahan mereka dengan PTSL. Insya Allah, tidak ada biaya yang harus dibayar di Kantor Pertanahan Kabupaten Empat Lawang,” ungkap Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Empat Lawang, Halwani didampingi Kasi Survey, Pengukuran dan Pemetaan, Handry Uswander.

Dijelaskannya, PTSL merupakan program nasional untuk mendaftarkan semua bidang tanah. Adapun tahap-tahap kegiatannya, diawali dengan masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut, terlebih dahulu harus memasang tanda-tanda batas bidang tanah, apabila belum berpagar tetap.

Batas yang dibuat yakni, berupa batang besi panjang 1 meter dengan diameter minimal 5 Centimeter (Cm), atau pipa paralon diisi beton dengan panjang minimal 1 meter dengan diameter 5 Cm, atau tugu batu bata / batako dengan ketentuan 20 Cm x 20 Cm x 40 Cm dan atau Tugu beton dengan ukuran minimal 20 Cm x 20 Cm x 40 Cm.

“Persyaratan tersebut, berdasarkan Pasal 22, Peratuaran Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 1997, tentang Pendaftran tanah,” paparnya.

Untuk persyaratan berkas, Handry kembali memaparkan, surat pengajuan dari Kades / Lurah tentang usulan masyarakatnya sebagai peserta PTSL, Fotocopy KTP, Fotocopy SPPT PBB tahun berjalan, mengisi blanko yang telah disiapkan dan menyerahkan surat-surat tanah asli atas hak.

“Masing-masing berkas difotokopi rangkap dua. Selanjutnya dalam tahap akhir, yakni membayar ke negara melalui Bank Sumsel-Babel, jika terkena BPHTB. Tentu diverifikasi oleh Dispenda terlebih dahulu. Itu kalau kena BPHTB, kalau tidak, ya tetap gratis alias tidak ada pungutan,” tegasnya.

Lebih lanjut Handry mengatakan, bagi masyarakat di Kabupaten Empatlawang, yang ingin lebih tahu banyak tentang PTSL atau Non PTSL, dapat langsung mendatangi Kantor Pertanahan Kabupaten Empatlawang, yang terletak di Jalan Poros Tebing Tinggi Pendopo (Jalan Nurdin Panji) Km 4,5 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Pihaknya kata Handry, siap memberikan penjelasan lebih rinci persoalan penerbitan sertipikat tanah dari A sampai Z.

“Kami siap memberikan pelayanan ke masyarakat di Kabupaten Empat Lawang. Saya jamin, tidak ada pungutan liar di Kantor Pertanahan Kabupaten Empat Lawang,” tandasnya.korankito.com/rodi