Bisa Dipercaya

Bawa 200 Butir Ekstasi, Wanita Paruh Baya Diciduk

Kapolres Lubuklinggau saat jumpa pers penangkapan tersangka kasus narkoba.foto/dhia

Lubuklinggau-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lubuklinggau berhasil menggagalkan pengiriman 200 butir pil ekstasi dari Medan Sumatera Utara yang dibawa seorang wanita paruh baya bernama Yus Erlis (52).

Yus Erlis diciduk anggota Satresnarkoba di SPBU Megang Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, saat hendak mengantar pil ekstasi tersebut kepada anggota polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Berita Sejenis
1 daripada 3.082

Saat penangkapan, polisi sempat beberapa kali menembak ke udara agar tersangka Yus Erlis tidak melarikan diri dan segera menyerah. Penangkapan ini sempat menghebokan warga sekitar lokasi karena mendengar suara letusan tembakan polisi.

Tersangka disergap petugas saat itu berada di dalam mobil travel jenis Toyota Avanza nopol BA 1075 QB dari Kota Padang, Sumatera Barat.

Sebelumnya di tempat berbeda, polisi juga mengamankan 72 butir pil ekstasi warna merah dari tersangka Adhi Putra. Ia diciduk di Jalan Indah, Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, saat hendak menjual delapan butir pil ekstasi.

“Selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap tersangka Adhi Putra serta rumah tempat transaksi, akhirnya ditemukan pil ekstasi 72 butir di semak-semak dekat tempat kejadian,” ungkap‎ Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasatresnarkoba AKP Ahmad Fauzi, Senin (27/2).

Menurut Hajat, penangkapan tersangka Adhi merupakan hasil dari informasi masyarakat dan pengembangan Satresnarkoba kemudian menyergap tersangka Yus Erlis.

Dari tersangka Yus Eris polisi mengamankan barang bukti pil ekstasi warna hijau sebanyak 200 butir,1 unit hape Nokia dan mobl toyota Avanza nopol BA 1075 QB. Sedangkan dari tersangka Adhi Putra diamankan 72 Butir pil ekstasi warna merah gambar mahkota, 1 unit hape sonny, dan kotak rokok.

Tersangka Yus Erlis mengaku dirinya diminta seseorang untuk mengantarkan 200 butir pil ekstasi tersebut kepada seseorang di Lubuklinggau dengan upah sementara Rp2 juta.

“Katanya nanti kalau sudah mengantar barang diberikan uang lagi, kemarin baru diberi Rp2 juta untuk ongkos bawa ke sini (Lubuklinggau-red), tapi pas mau ngantar ternyata orang itu polisi,” kata Yus Erlis, yang merupakan residivis kasus narkoba jenis ganja.

Dia mengaku pernah mendekam di penjara dalam kasus kepemilikan narkoba jenis ganja pada tahun 1990. Yus Erlis menerangkan pil ekstasi tersebut dibawanya dari Medan ke Lubuklinggau dengan disimpan di dalam kantong celana jeans, menggunakan bus ALS.korankito.com/dhia