Jadi Kurir Narkoba, Tukang Ojek Ditangkap

TERSANGKA – Mulyadi (46) warga Perumahan Hero Abadi Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-alang lebar Palembang, kurir narkoba yang dtangkap anggota Polda Sumsel. foto/kardo

Palembang – Nasib apes harus dialami Mulyadi (46) warga Perumahan Hero Abadi Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, ini harus merasakan dinginnya meringkuk dibalik jeruji usai dirinya terbukti memiliki dan mengedarkan 650 butir ekstasi.

Tersangka yang bekerja sebagai tukang ojek ini mengaku, nekat menjadi seorang kurir ekstasi lantaran dirinya tak mempunyai biaya untuk membiayai kuliah empat orang anaknya. Dikarenakan penghasilannya tak mencukupi untuk biaya kuliah, dirinya pun mau menjadi pengedar salah seorang bandar asal Aceh yang ia temui sekitar tiga tahun lalu.

“Saya jual ekstasi buat biayain anak saya kuliah pak, karena pekerjaan saya sebagai tukang ojek tidak tentu. Sedangkan kuliah keempat anak saya sudah mepet,” ungkap Mulyadi saat diamankan di Mapolda Sumsel, Minggu (26/2).

Mulyadi juga mengaku, saat itu dirinya bertemu dengan pria yang mengajaknya ngobrol disebuah hotel dan menawarkan pekerjaan sebagai kurir narkoba ke daerah Sekayu dengan imbalan sekali antar sebesar Rp 2 juta. Namun dirinya belum mau menerima pekerjaan tersebut karena pekerjaan yang ditawarkan merupakan mengantar narkoba.

“Saya sempat ditawari orang asal Aceh yang tahun lalu saya kenal waktu mengantar ke sebuah hotel. Lalu ia menawarkan saya pekerjaan ini, tapi belum saya terima. Dan saya hanya diberikan kontak dia saja,” ujarnya.

Karena beberapa bulan terakhir biaya kuliah keempat anaknya semakin mendesak, ia pun terpaksa menghubungi pria tersebut dan mau menerima tawaran tersebut. Dari pengakuan Mulyadi, dirinya baru tiga kali mengantarkan barang tersebut ke sekayu.

“Saya terpaksa pak, dan segera menghubungi pria tersebut. Dari beberapa bulan terakhir saya baru mengantar tiga kali ke Sekayu,” katanya.

Mulyadi pun ditangkap, Jumat (24/2) sekitar pukul 22.00 dirumahnya saat tengah berkumpul dengan keluarga. Akibat ulahnya, kini Mulyadi hanya bisa pasrah dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan meringkuk ke sel tahanan Polda Sumsel. (korankito.com/kardo)