Widodo : SP2D Sudah Terbit, Gaji Seharusnya Dibayar

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo.foto/ejak

Palembang – Menanggapi adanya keresahan guru-guru SMA/SMK yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sumatera Selatan (Sumsel). Bahkan hingga mengancam mogok mengajar akibat belum diterimanya gaji bulan Februari,  mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo.

Widodo kepada Koran Kito melalui sambungan telpon mengatakan, sejak dikembalikannya pengelolaan SMA/SMK ke provinsi pada bulan Januari 2017 lalu, gaji guru-guru SMA/SMK bulan Januari tidak mengalami keterlambatan.

“Bulan pertama gajian setelah SMA/SMK kembali ke provinsi telah dibayar, dan lancar. Artinya seluruh proses dan syarat terkait pembayaran gaji diyakini clear sehingga dapat dibayarkan ke masing-masing guru,” katanya.

Untuk bulan Februari ini, lanjut Widodo memang sempat terjadi komplain dari sejumlah guru karena gaji mereka belum dimasukkan berkala terakhir mereka. Itu dikarenakan mereka sendirl tidak memasukan SK berkalanya saat pemberkasan mereka ke provinsi.

“Karena itu, sehingga di awal Februari lalu Disdik Sumsel harus memperbaiki daftar gaji mereka, dan selesai. SPM pembayaran mereka sudah saya tanda tangani pada Senin (20/2) lalu. BPKAD pun telah menerbitkan SP2D pada Rabu (22/2) kemarin,” jelas Widodo.

Dengan sudah dilakukannya penerbitan SP2D oleh BPKAD, menurut Widodo, seharusnya pada Rabu (22/2) siang atau Kamis (23/2) pagi, gaji itu sudah harus diterima seluruh guru SMA/SMK.

“Saat ini saya sedang dan terus berkoordinasi dengan pihak Bank Sumsel Babel, kenapa bank tidak juga mentransfer gaji guru yang saat ini sangat dinanti-nanti guru”, ujarnya. (korankito. com/reno)