Hasil Efisiensi KONI Akan Direlokasi Ke Binpres

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumsel Ahmad Taqwa. Foto/resha

Palembang – Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumsel Ahmad Taqwa, tidak menampik akan adanya restrukturisasi di dalam tubuh organisasi tersebut.

Ia menjelaskan, belum tahu kapan pastinya  akan adanya restrukturisasi tersebut. Namun, beberapa faktor seperti amanat di AD/ART KONI, kemudian Rapat Anggota yang digelar di Muaraenim 26 – 28 Agustus 2016 lalu dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) 21 – 23 Februari 2017 lalu, serta kajian per semester KONI menegaskan hal demikian.

“Kalau kajian sementara, dibandingkan KONI lain tidak efisien. Ditambah lagi amanat-amanat yang disebutkan tadi, jadi akan ada reposisi dan pengefisienan,” tuturnya Jumat (24/2).

Lanjutnya, akan ada penyesuaian dan efisiensi untuk tubuh KONI sendiri. Hal ini lantaran menurutnya, telah terjadi ketimpangan antara tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) antar bidang yang ada. Seperti, bidang Promosi dan Industri Olahraga.

“Ada di manajemen bagian yang perlu tidak bisa dilepaskan. Tapi kalau terjadi kegemukan di manajemen ya tidak efisien, hingga terjadi pemborosan,” ujarnya.

Efisiensi itu sendiri akan berdampak pada alokasi anggaran yang akan diterima oleh KONI Sumsel. Anggaran yang akan diserap oleh manajemen organisasi sendiri akan berkurang, sehingga hasil efisiensi tadi bisa diperbesar ke bidang pembinaan prestasi.

“Tentunya kalau anggaran itu selalu kurang. Namun ketika itu kita bisa efisienkan, kita akan lebih fokus di sisi pembinaan prestasinya. Sehingga ada banyak hal yang kita efisienkan dari manajemen, dan langsung ke teknik yang bisa kita alokasikan lebih banyak lagi. Kan relokasinya terjadi di situ. Itu yang kita harapkan,” tambahnya.

Dijelaskan Taqwa, pembinaan prestasi sendiri sebenarnya menyerap alokasi anggaran cukup besar. Dibandingkan bidang lain, penerapan dari total anggaran hingga 50 – 70 persen, tergantung kegiatan yang diusung. Jika penyerapan pada manajemen bisa dikecilkan, maka bukan tidak mungkin relokasi untuk binpres bisa lebih besar lagi.

“Kalau dia bisa lebih besar lagi di dalam unsur pembinaan prestasi tentunya kita bisa lebih pada arah tujuan yang diamanatkan pada KONI yakni membina prestasi,” tambahnya lagi.

Namun, kepastian berapa hasil efisiensi tersebut serta struktur mekanisme pengefisiensian KONI Sumsel sendiri ia enggan menjawab. Sebab meskipun telah mengantongi hal tersebut ia tak bisa bicara banyak karena masih menunggu keputusan dari pusat.

“Kita masih menunggu edaran KONI Pusat, kita belum menyebutkan sampai ada restrukturisasi. Tapi kalau ada atau tidak, ya tunggu saja. Kalau kajian yang dilakukan sekarang, ya ada dan itu wajib bahkan amanah tadi, dari AD/ART, kemudian rapat anggota, Munaslub dan lain-lain,” tutupnya. (korankito.com/resha)