Canangkan Program Wajib Belajar Satu Jam di Rumah

Wakil Walikota Palembang, Fitri Agustinda usai membuka acara talk show parenting bertema ‘Deteksi Dini Orientasi Seksual Anak Agar Hidup Sesuai Fitrah’ yang diselenggarakan oleh Bina Ilmi di Ballroom Topaz 2 Hotel Grand Atyasa Palembang, Sabtu (25/02).

Palembang – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meminta setiap keluarga di Kota Palembang memprogramkan khusus satu jam belajar untuk anaknya di rumah. Hal ini diungkapkannya setelah membuka acara talk show parenting bertema ‘Deteksi Dini Orientasi Seksual Anak Agar Hidup Sesuai Fitrah’ yang diselenggarakan oleh Bina Ilmi di Ballroom Topaz 2 Hotel Grand Atyasa Palembang, Sabtu (25/02).

Finda, sapaan akrab Wakil Walikota Palembang menuturkan, pihaknya meminta setiap keluarga menyediakan waktu minimal satu jam untuk anaknya belajar di rumah. Tentu saja hal itu diimbangi juga dengan perilaku orangtua untuk tidak menyalakan televisi dan hiburan lainnya selama anak belajar.

“Ke depan, kami (Pemko Palembang) berencana mencanangkan program wajib belajar selama satu jam ditiap rumah untuk keluarga yang mempunyai anak diusia pelajar. Dengan harapan semakin banyak anak-anak di Palembang yang menjadi cerdas,” terangnya.

Kepada setiap orangtua, Finda meminta, agar membatasi anaknya untuk menggunakan gadget. Pasalnya, anak akan dengan mudah terpengaruh aktivitas negatif yang sangat gampang diakses melalui media sosial. Hal ini juga dapat menjadi salah satu pencegahan penyimpangan seks anak sejak dini.

“Orangtua harus membatasi penggunaan gadget anaknya dan juga harus dipantau apa saja yang dilihat anak. Dan yang paling penting bekali anak dengan ilmu agama,” pesan Finda.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Yayasan As Shaaf Palembang selaku penyelenggara kegiatan Baharudin. Ia mengatakan orangtua harus memberikan pendidikan seks sejak dini kepada anaknya, tentu saja dikemas dengan sedemikian rupa dan tidak vulgar agar anak lebih paham. Sebab, perilaku anak diluar mencerminkan pendidikan yang ia dapatkan dari orangtuanya.

“Kami punya program ACB yaitu ‘Ajarkan, Contohkan dan Biasakan’ sehingga para anak dapat mengaplikasikan kebiasaan yang mereka dapatkan dari rumah. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mengurangi kasus pelecehan dan penyimpangan seks anak,” tukasnya. (korankito.com/ria)