Terlalu Gemuk, KONI Sumsel Harus Rampingkan Pengurus

Kantor KONI Sumsel

 

Palembang-Kepala Bidang Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Asdit Abdullah menilai kepengurusan KONI Sumsel saat ini terlalu gemuk. Sehingga beberapa bidang harus disesuaikan.

Menurut Asdit, kepengurusan KONI Sumsel saat ini sebanyak 85 orang. Idealnya 40 sampai 50 orang. Penyesuaian pengurus perlu dilakukan agar kinerja organisasi lebih efisien dan maksimal. Apalagi dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) 2017 di Lemhanas, Jakarta, juga dibahas hal tersebut.

“Dalam penyempurnaan AD/ART itu juga dibahas, lima bidang di KONI akan dialihkan fungsinya ke bidang lain,” tuturnya.

Kelima bidang tersebut adalah Bidang Umum, Bidang Promosi, Kesehatan, Industri Olahraga dan Hubungan Antarlembaga. Kelima bidang tersebut akan dilebur lagi dalam kepengurusan KONI.

“Tapi dialihkan fungsinya. Seperti bidang promosi fungsinya digabung dengan Bidang Sumber Daya, kemudian Kesehatan bisa ke Sport Science,” terangnya lagi.

Dengan begitu, fungsinya akan lebih efisien. Menurutnya, bisa saja pihak KONI Sumsel mengerucutkan jumlah kepengurusan saat ini namun tidak bisa serta merta direalisasikan begitu saja.

“Dalam waktu dekat harus diberlakukan. Tapi, itu kembali ke kewenangan Ketua Umum,” tambahnya.

Menurutnya sah-sah saja jika ke depan KONI Sumsel tidak mengindahkan penyempurnaan AD/ART tersebut. Sebab Sumsel saat ini tengah sibuk mempersiapkan Asian Games 2018 tahun depan. Sehingga membutuhkan banyak SDM sebagai penggerak event internasional tersebut.

Namun, mau tidak mau harus direalisasikan pada saat Musyawarah Provinsi (Musprov) mendatang. Sebab jika terus dipertahankan, maka akan berdampak pada koordinasi di pihak pusat.

“Kan memang tergantung kebijakan pemimpin. Kalau dirasa perlu, ya kita tetap pertahankan beberapa bidang. Tapi koordinasinya jadi sulit. Katakanlah bidang A, kalau dia punya program, terus koordinasinya ke pusat bagaimana kalau di pusat sudah tidak ada,” pungkasnya. korankito.com/Resha