Bisa Dipercaya

Pertahankan Tas dari Jambret, Guru SMAN 9 Palembang Terseret Bajaj

Putri Nilam Sari, guru SMAN 9 Palembang saat melapor ke Polresta Palembang.foto/deny

Palembang- Seorang guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Palembang, Putri Nilam Sari (51), harus kehilangan tas berisikan uang tunai sebesar Rp2 juta dan dua unit ponsel, setelah menjadi korban jambret di kawasan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Kamis (23/2) sore.

Mirisnya, saat kejadian, korban sempat terpental dari dalam bajaj yang ditumpangi sehingga mengalami luka di bagian pipi, tangan, serta kaki. Nilam Sari kemudian melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jumat (24/2).

Berita Sejenis

‘Raja’ Jambret Dipelor Polisi

Tas Honorer Dirampas Jambret ‘Jakabaring’

Ponsel Pelajar Dirampas Jambret

1 daripada 22

Kepada petugas, Nilam Sari menuturkan, kejadian berawal saat ia hendak pulang ke rumahnya di kawasan Perumahan Ogan Permata Indah (OPI), Jalan Marisa I, Blok D35, RT37/13, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, dengan mengendarai bajaj.

Ketika melintasi Jalan Gubernur HA Bastari, tepatnya depan gerbang OPI Mall, Kecamatan SU I, Palembang, korban dipepet dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Seorang pelaku yang dibonceng langsung menarik tas sandang warna coklat miliknya.

“Karena saya mempertahankan tas itu, saya sempat terpental keluar bajaj dan terseret hingga beberapa meter. Akhinya, saya lepaskan tas saya tersebut. Di dalam tas ada uang sebesar Rp2 juta, dua ponsel merek Evercoss dan Tphone,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban, dan akan segera ditindak lanjuti. “Korban sudah membuat laporan dan kita meminta untuk melakukan visum, pelaku akan kita kejar,” tegasnya.korankito.com/denny