Bisa Dipercaya

Pembangunan Linggau Makin Menggeliat

 

Masjid kebanggaan warga Lubuklinggau.foto/dhia

Lubuklinggau-Jumat (24/2), genap empat tahun duet Walikota H SN Prana Putra Sohe dan Wakil Walikota H Sulaiman Kohar (NanSuko) memimpin Lubuklinggau. Berkat kedua pemimpin ini, banyak sudah pembangunan di Kota Lubuklinggau yang telah dilakukan. Antara lain di bidang di infrastruktur, kesehatan, pendidikan, kemasyarakatan, organisasi, sosial, dan internal Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Berita Sejenis
1 daripada 3.096

Tahun 2017 ini, NanSuko yang berniat melanjutkan duet mereka pada Pilkada 2018, menargetkan menjadikan Kota Lubuklinggau yang terbaik dan berakhlak di Sumsel. Misi mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral dan beretika sesuai falsafah Pancasila dipegang teguh oleh NanSuko.

Wewujudkan kota yang berdaya saing, demokratis dan berlandaskan hukum, pemerataan pembangunan dan berkeadilan, mewujudkan kota yang maju, asri, dan lestari serta mewujudkan tatapemerintahan yang baik. Hal ini sudah sangat terbukti dan menjadi buah bibir bagi daerah lain.

Terlebih Kota Lubuklinggau yang menjadi kota kedua setelah Palembang yang geliat ekonominya terbaik di Sumsel. Tercatat semakin kondusif untuk berinvestasi sesuai dengan jargon ‘Menjadikan Kota Lubuklinggau Kota Jasa, Industri dan Perdagangan yang Unggul dalam mewujudkan Kota Madani.’

Setiap tahun Kota Lubuklinggau menjadikan 10 isu strategis untuk meningkatkan pembangunan, kunjungan dan investasi. Peningkatan kualitas pendidikan dasar, akses dan layanan kesehatan, penanggulangan kemiskinan, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, peningkatan daya saing dan pemberdayaan ekonomi rakyat,   kawasan permukiman dan perumahan rakyat, pengendalian tingkat pencemaran lingkungan, pemantapan dan pemerataan infrastruktur, penguatan pertanian dan ketahanan pangan serta peningkatan stabilitas kamtibmas.

Foto/wahyu

Walikota H SN Prana Putra Sohe atau Nanan menyampaikan, dirinya bersama Wawako H Sulaiman Kohar di tahun keempat perjalanan kepemimpinannya sangat bersyukur karena bisa menjalankan amanah ini semaksimal mungkin.

“Tapi capaian pembangunan pemerintahan memang belum berjalan semaksimal mungkin, karena halangan dan rintangan. Utamanya, berkaitan anggaran yang bukan rahasia umum lagi berkurang ratusan miliar yang juga mengurangi kemaksimalan pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, jangan menganggap pembangunan ini hanya fisik, akan tetapi pembangunan  nonfisik yang hasilnya kelihatan sekarang berupa, keagamaan, TP PKK, organisasi kepemudaan, ormas dan elemen masyarakat yang aktif dan terus mengisi pembangunan di Kota Lubuklinggau.

“Media massa juga kompak, di tingkatan masyarakat tidak ada gesekan, tawuran dan masalah sosial di masyarakat. Kekompakan elemen inilah yang menjadi simbol penguat pembangunan Kota Lubuklinggau,” jelasnya.

Sementara itu Wawako H Sulaiman Kohar, menambahkan, masih ada pogram yang belum terealisasi, seperti pelebaran jalan menuju bandara, karena kebijakan pengurangan anggaran dari pusat, menyebabkan banyak program direvisi, sehingga memilih program prioritas saja.
“Tidak ada yang sempurna. Dalam kepemimpinan kami pasti ada kelebihan dan kekurangan. Karena itu yang kurang kita perbaiki. Yang lebih kita tingkatkan lagi. Dan, yang belum terlaksana, kita prioritaskan untuk dilaksanakan,” katanya.

Kepada warga Lubuklinggau, dia mengucapkan terima kasih, karena selama kepemimpinan Nansuko, Bumi “Sebiduk Semare” tetap kondusif.

“Ini merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap kami. Karena itu tetap jaga kekompakan dan persatuan, jangan terpancing oleh isu yang dapat menyebabkan perpecahan dan merugikan diri sendiri,” pungkasnya.korankito.com/dhia