Lucianty Pahri Bebas

Lucianty yang mendapatkan bebas bersyarat saat keluar dari Lapas.foto/ria

 

Palembang – Lucianty Pahri akhirnya bisa menghirup udara bebas. Istri mantan Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari yang juga terdakwa dalam kasus suap LKPJ 2014 dan pengesahan APBD Musi Banyuasin (Muba) 2015 mendapatkan cuti bersyarat.

Menggunakan stelan atasan berwarna oranye dan kerudung putih, Jumat (24/2) pukul 07.00, Lucianty keluar dari Lapas Wanita Merdeka menuju Badan Pemasyarakatan (Bapas) dengan didampingi keluarga.

Kepala Pengamanan Lapas Wanita Merdeka Palembang, Desi Andriyani mengungkapkan, Lucianty Pahri bisa mendapatkan cuti bersyarat setelah menjalani masa hukuman dua pertiga dari hukuman. Selain itu juga selama dalam binaan lapas, Lucianty juga berkelakuan baik.  “Ya sudah bebas, sekarang sedang menuju ke Bapas untuk laporan dulu,” ungkapnya saat diwawancarai di ruangannya,
Desi mengatakan, selama menjalani hukuman, Lucianty diketahui kerap harus bolak-balik terapi ke rumah sakit. Hal ini dikarenakan penyakit yang diderita oleh Lucianty sudah masuk ke tahap komplikasi.  “Beliau menderita penyakit infeksi ginjal, pengentalan darah, jantung dan ada darah tingginya juga,” katanya.
Ditemui di Bapas Jalan Ariva, Lucianty Pahri mengucapkan sujud syukur atas cuti bersyarat yang ia terima. “Atas amanat dari Bapak saya ingin mengucapkan sujud syukur dulu,” imbuhnya.
Ditanya kegiatan setelah keluar dari lapas, mantan anggota DPRD Sumsel ini mengaku akan fokus terlebih dahulu dengan suami dan keluarga, disamping akan kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.
Lucianty berharap akan ada pembinaan lebih lanjut kepada warga binaan yang berada di lapas wanita mengingat dengan pembinaan yang baik akan memberikan dampak yang baik kepada warga binaan. Seperti pemberian keterampilan kepada warga binaan. “Nantinya dengan keterampilan yang dimiliki akan memudahkan mereka saat kembali lagi ke tengah-tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara itu Kasubsi Bimkemas Klien Dewasa, Zailani mengatakan, cuti bersyarat tersebut didapatkan untuk napi yang mendapatkan hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 1,5 tahun. Untuk Lucianty yang divonis 1,5 tahun bisa mendapatkan cuti bersyarat asalkan sudah menjalani hukuman dua pertiga dari masa hukuman serta berkelakuan baik selama dalam lapas binaan.
Lebih lanjut, Zailani mengatakan dengan diberikannya cuti bersyarat, Lucianty harus melakukan pelaporan di Bapas setiap satu bulan sekali sampai dengan batas waktu berakhirnya hukuman. Lucianty sendiri dijadwalkan akan bebas murni pada tanggal 24 Juni mendatang. “Jadi selama empat bulan ke depan harus lapor,” tukasnya.(korankito.com/ria)