Demi Keamanan, Keberadaan Polres PALI Mendesak

Kantor Polda Sumsel

 

PALI-Jika melihat tingkat kriminalitas, keberadaan Polres PALI sepertinya sangat mendesak. Terlebih sebagai Daerah Otonomi Baru atau DOB situasi keamanan sangat penting agar pemerintah setempat bisa melakukan geliat pembangunan dan menarik investor. Dengan situasi keamanan yang kondusif tentu para ivestor merasa aman menanamkan investasinya sehingga pembangunan pun bisa lebih menggeliat lagi.

Tak ada salahnya Polda Sumsel kini memfokuskan diri pada pembentukan polres-polres di kawasan DOB. Salah satu satunya Polres di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir atau PALI. Pasalnya, aksi kriminalitas di PALI cukup tinggi.

Setelah aksi perampokan tehadap para guru, aksi perampokan kembali terjadi. Kali ini yang disasar para pelaku kejahatan di Bumi Serepat Serasan adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) unit Abab di Desa Betung Barat, Kecamatan Abab Kabupaten PALI, Rabu (22/2).

Menurut Manto (40), pemilik warung yang berada di depan BRI yang sempat diikat kawanan perampok, pelaku diperkirakan berjumlah tujuh menggunakan satu unit mobil jenis dobel gardan dan semuanya membawa senjata api jenis pistol.

“Mereka langsung menghampiri warung kami yang memang tidak pernah tutup. Kemudian salah satu pelaku menodongkan pistol dan mengancam agar aku tidak berteriak. Karena takut aku hanya diam, dan ketika para pelaku mengikat aku dan anak aku yang masih berumur 13 tahun, aku tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Manto, Kamis (23/2).

Setelah berhasil mengikat Manto, kawanan perampok menuju ke arah belakang kantor BRI dan mencongkel pintu belakang menggunakan linggis dan langsung masuk ke dalam ruangan bank.

“Di dalam ruangan bank itu ada empat pegawai yang sedang jaga malam, tiga dari empat pegawai itu juga mengalami hal sama seperti aku diikat tangannya. Sementara yang satu lagi tidak diganggu karena sedang tidur pulas saat kejadian itu,” terangnya.

Kapolsek Penukal Abab AKP Denni NS mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan langsung melakukan penyelidikan.

“Pelaku diperkirakan tujuh orang, mereka masuk melalui pintu belakang. Ada dua orang pemilik warung diikat dalam warungnya, dan tiga orang diikat dalam ruangan bank. Dari olah TKP kita temukan brankas dalam keadaan rusak dan terbuka, namun menurut pihak bank, kas saat itu sedang kosong,” jelasnya.

Kapolsek juga mengatakan bahwa satu unit laptop dan enam unit handphone milik petugas bank diambil perampok. “Kasus ini kita selidiki, dan kita akan buka rekaman CCTV untuk mencocokkan data basenya, serta dari nomor handphone yang dibawa perampok juga bisa kita lacak untuk mengejar para pelaku,” pungkasnya.korankito.com/imam