Rencana Pernikahan Gaib Titisan ‘Nyi Roro Kidul’ Bikin Heboh Dunia Maya

Kartu undangan pernikahan keturunan Nyi Roro Kidul.ist

 

Katingan-Sejak Senin (20/2) sore, pemilik akun media social Facebook Hendarto Garuda memposting status “Tinggal sekitar ije Minggu itah uras menyaksikan acara ritual perkawinan antara titisan Nyi Roro Kidul   penguasa laut pantai selatan dengan salah satu keturunan Pangkalima Burung”.

Postingan ini membuat anggota polisi bergerak. Kabarnya personel Unit Intel Polsek Katingan Tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan atau pulbaket kepada Hendarto Garuda. Kemudian yang bersangkutan menjelaskan bahwa dirinya juga mengetahui kabar tersebut dari beberapa teman di Tumbang Samba. Namun tidak mengetahui dengan pasti apakah berita itu benar atau tidak.

Kemudian polisi mendatangi Kepala Desa Telok Sdr Bambang S untuk memastikan informasi tersebut. Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Telok, dirinya tidak mengetahui dengan pasti akan tetapi dirinya mengetahui berita tersebut dari Damang Kepala Adat, Kecamatan Katingan Tengah Isay Djudae.

Memang berita pernikahan titisan anak dari Nyi Roro Kidul yakni Sri Baruno Parameswari dengan Pangkalima Burung sangat santer terdengar di Kecamatan Katingan Tengah.

Kabar itu benar adanya karena pihak perwakilan dari Sri Baruno yakni Retno pernah datang ke rumah Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Isay Djudae dan mengatakan bahwa Sri Baruno Baruno Parameswari menyebutkan dirinya telah dilamar oleh tujuh Pangkalima Dayak dan Pangkalima Burung yang telah diterima lamarannya.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Telok, pernikahan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2017 di Rumah Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Isay Djudae dan selebihnya dirinya tidak mengetahui apakah pernikahan tersebut kedua mempelai terlihat oleh mata atau pernikahan gaib.

Polisi lantas berkunjung ke rumah Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah Isay Djudae. Berdasarkan keterangan dari Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah, rencana pernikahan tersebut berawal tanggal 12 Februari 2017, Retno datang ke rumahnya beserta sopirnya. Retno mengaku utusan dari perempuan Sri Baruno Parameswari. Retno menyarankan agar Damang Kepala adat Kecamatan Katingan Tengah dapat melakukan ritual adat Dayak untuk melangsungkan pernikahan tersebut.

Isay Djudae sempat menanyakan asal muasal Retno. Retno mengaku mengetahui Damang kepala Adat atas bisikan roh halus dan Isay dianggap dapat melakukan Ritual Adat Dayak tersebut.

Retno lantas   meninggalkan uang sebesar Rp16.000.000 dan akan kembali lagi nanti dalam beberapa hari untuk menyerahkan uang untuk Keperluan pernikahan ritual adat tersebut.

Pada tanggal 19 Februari 2017, Retno datang kembali ke rumah Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah untuk memastikan tempat pelaksanaan pernikahan tersebut. Kemudian Isay Djudae mengundang Mantir Adat Desa Telok, Desa Mirah Kalanaman dan Desa Tumbang Manggu untuk melakukan Tenung ( ritual adat dayak untuk menanyakan kepada roh yang tidak terlihat-red). Hasil tenung tersebut bahwa pernikahan antara Sri Baruno Parameswari dengan Pangkalima Burung harus dilaksanakan di rumah Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah. Kemudian Retno menyerahkan uang untuk keperluan membeli Sapi,Babi,ayam dll serta untuk mencetak Undangan.

Pada awalnya Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah mengira perkataan Retno tersebut hanya main – main. Namun dengan adanya uang yang diberikan kepada dirinya Damang Kepala Adat mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk kelangsungan acara pernikahan. Berdasarkan hasil Pulbaket undangan dicetak sebanyak 100 lembar. Undangan tersebut akan diberikan kepada para pejabat baik di tingkat pusat maupun daerah. Daftar undangan sesuai dengan saran Retno.

Kabarnya berdasarkan pengakuan Isay Djudae kepada polisi, Sri Baruno adalah anak dari keturunan Ratu Kanjeng Kidul Pantai Selatan, yang berwujud manusia yang berasal dari Bali dan saat ini posisinya berada di Jakarta. Sedangkan untuk Pangkalima Burung merupakan sosok gaib yang tidak terlihat oleh mata.

Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas membenarkan adanya rencana upacara sakral tersebut. Polisi telah mengecek ke lokasi, setelah mendengar kabar yang awalnya beredar di media sosial itu.

“Jadi awalnya, ada salah satu Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah Isay Djudae didatangi wanita bernama Retno yang mengaku utusan perempuan yang mengatas namakan Sri Baruno Prameswari, titisan Nyi Roro Kidul,” kata Tato, Kamis (23/2).

“Setelah kami datangi Damang di sana, ternyata memang pernikahan itu ada dan akan digelar tanggal 28 Februari nanti,” ucapnya.

Soal pernikahan gaib itu, Tato enggan berkomentar lebih banyak. Sebab, menurutnya, hal itu merupakan adat budaya setempat. “Soal bagaimana pernikahan gaib itu, saya tidak kompeten untuk menjelaskan, silakan tanyakan ke Dewan Adat Dayak (DAD),” imbuhnya.korankito.com/berbagai sumber