PDAM Imbau Pelanggan Lunasi Tunggakan

Petugas PDAM memutus sementara aliran untuk pelanggan yang menunggak. Foto/Ria

Palembang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang kembali menertibkan para pelanggan yang menunggak tagihan. Sebanyak 120 sambungan langsung yang berada di dua wilayah, yakni Unit Pelayanan Rambutan‎ serta Unit Pelayanan Seberang Ulu (SU) II, didatangi tim PDAM Tirta Musi untuk dilakukan pemutusan terpadu sementara, pengaliran air ke pelanggan yang menunggak.

Untuk Unit Pelayanan Rambutan dengan total pelanggan 36.498 SL, ada 84 SL yang menunggak pembayaran dengan jumlah bulan tunggakan sebanyak 270 bulan. Untuk melakukan pemutusan terpadu ini, PDAM Tirta Musi menurunkan sebanyak 9 tim dengan jumlah petugas sebanyak 36 orang.

Manajer Pengendalian Kehilangan Air (PKA) PDAM Tirta Musi  Erwin Adianto mengungkapkan, PDAM Tirta Musi selalu berupaya untuk meminimalisir jumlah pelanggan yang menunggak. Terutama untuk unit-unit di tengah kota, yang pengalirannya sudah cukup baik seperti Unit KM 4, dan Unit Rambutan.

“Unit Pelayanan Rambutan pengairannya sudah sangat baik, yakni selama lebih dari 12 jam. Karena itu PDAM Tirta Musi berharap, agar tidak ada lagi pelanggan yang menunggak. Pelanggan kita sudah 95 persen membayar tagihannya,” terangnya.

Lebih lanjut Erwin menjelaskan, sebelumnya PDAM Tirta Musi juga sudah melakukan pemutusan sementara untuk pelanggan di Unit Seberang Ulu (SU) II. “Dari total pelanggan sebanyak 37.500 SL, ada 60 pelanggan dengan jumlah bulan tunggakan sekitar 211 bulan yang kita usulkan untuk diputus alirannya,” jelasnya.

Namun dari 60 pelanggan tersebut, hanya 24 pelanggan yang diputus sementara sambungannya. 20 pelanggan langsung melunasi tunggakannya, serta 1 pelanggan tidak bisa didatangi, karena tak ada penghuni.

Sementara untuk 15 pelanggan lainnya, sempat terjadi sedikit perdebatan antara warga dan petugas, lantaran mereka menolak meteran airnya disegel dan berjanji akan segera membayar tunggakannya.

Namun, jika tidak juga melunasi tunggakannya, maka petugas PDAM pada hari Senin (27/2) mendatang, petugas akan langsung menyegel meteran air. “Kita harap segera dilunasi. Karena sampai saat ini, ke 15 pelanggan tersebut belum juga melunasi. Jadi akan kita datangi lagi dan langsung akan kita putus,” katanya. (korankito.com/ria)