Pemkab Lahat Bentuk Komite Integritas Supervisi KPK

KOMITE INTEGRITAS : Bupati Lahat H Aswari Riva’i (kelima dari kiri) berdiskusi bersama 33 pejabat SKPD dan legislatif samakan visi membangun Lahat dibawah supervisi KPK, di Palembang, Rabu (22/2). Foto/Eja

Palembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Lahat membentuk komite integritas untuk menyamakan visi membangun Bumi Seganti Setungguan, dalam workshop di Palembang, Rabu (22/2).

Kegiatan yang diikuti 33 pejabat SKPD serta legislatif tersebut di bawah supervisi deputi bidang pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berlangsung selama dua hari berakhir Kamis (23/2).

Pejabat Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan KPK Anto Ikayadi mengatakan, ini merupakan kegiatan kedua dalam menyusun panduan pembangunan budaya integritas Lahat secara mandiri.

“Ini adalah tindak lanjut dari sebelumnya yaitu kegiatan integritas bagi anggota legislatif dan SKPD Lahat. Sedangkan untuk saat ini, mereka menyusun panduan pembangunan budaya integritas Kabupaten Lahat melalui Workshop Pembentukan Komite Integritas,” katanya.

Anto mengungkapkan, baru Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), Kota Palembang, Kabupaten Lahat serta satu BUMD yakni Bank Sumsel-Babel yang siap melakukan peningkatan integritas melalui arahan KPK dalam menyusun visi yang sama antara pihak Pemkab dan legislatif. “Peran KPK hanya sebagai fasilitator, jadi mereka menyusun visi mereka sendiri untuk dikerjakan dari sekarang. Selain itu, ini juga salah satu upaya untuk mencegah tindakan KKN,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Bupati Lahat H Aswari Riva’i, dalam penyusunan visi pihaknya banyak membahas tentang sumber daya alam (SDA) Lahat yang ternyata berpotensi sebagai pusat wisata dunia. “Ternyata yang ada di Lahat terdapat potensi wisata berskala dunia tapi belum menjadi target nasional dan internasional yaitu megalitik,” ungkapnya.

Menurutnya, kedepan ini merupakan suatu tujuan wisata dunia yang baik. Bahkan bukan cuma wisata, lanjutnya, namun pendidikan arkeologi juga disana dan sejarah literasi pertama juga terdapat di megalit itu sendiri.

Selain itu, papar Aswari, ditargetkan Lahat menjadi sumber energi listrik nasional dan mancanegara. Lahat berencana SDA batu bara dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk pembangkit tenaga listrik. Ditegaskannya, kesinambungan pemanfaatan SDA akan dikelola lebih ramah lingkungan dengan tujuan menjadikan Lahat sebagai kota industri.

“Waktu yang menjadi kendala utamanya, sebab butuh pembangunan secara panjang. Sedangkan untuk sekarang sudah kita mulai dari surplus energi listrik dan lima tahun kedepandan kita targetkan untuk jadi kota Industri,’’ paparnya. (korankito.com/eja)