Nekat Menjambret untuk Menebus Mahar Nikah

Tersangka jambret, Fedri diamankan anggota Polsek IT I Palembang.foto/kardo

Palembang-Untuk menebus mahar nikah yang digadaikan, Fedriansyah alias Fedri (20), warga Sukawinatan Lrg Perjuangan, Kecamatan Sukarami Palembang, nekat menjambret korban Ridho (25), Jalan Angkatan 45, di depan Palembang Square (PS) Mall, Selasa (21/1) sekitar pukul 21.00. Alhasil, pengantin yang baru menikah dua minggu ini harus meringkuk di sel Polsek IT l Palembang.

Di hadapan petugas, Fedri mengaku, saat itu dirinya sedang jalan-jalan menggunakan motor Honda Beat. Saat melintas di depan PS Mall, ia melihat korban tengah menelepon di pinggir jalan. Fedri langsung menjambret hape korban. Namun, Ridho berteriak hingga massa ramai-ramai mengejarnya.

“Saat itu saya reflek, lihat ada kesempatan langsung saya jambret korban saat menelepon di pinggir jalan,” ujarnya saat diamankan di Polsek IT l, Palembang, Rabu (22/1).

Usai menjambret, Fedri melintas di depan hotel Arista ada anggota buser yang tengah bersiap melakukan apel razia. Petugas langsung menghadangnya dibantu warga mengejar.

“Saya tertangkap saat jatuh di depan hotel Arista, saat itu memang saya sudah dikepung dan tersungkur ke aspal,” ujarnya.

Fedri mengaku dirinya nekat menjambret karena tak punya uang untuk menebus mahar nikah yang sempat digadaikan untuk membayar utang di toko emas sebesar Rp700 ribu.

Kapolsek IT l Palembang Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Ipda Alkap menjelaskan, tersangka ditangkap saat anggota tengah bersiap melakukan razia. Dan dari tangan tersangka pihaknya mengamankan satu buah handphone hasil jambretan, sebilah pisau, dan satu unit sepeda motor.

“Sudah kita tangkap saat akan melakukan giat razia, dari pengakuan tersangka dirinya menjambret untuk menebus mahar nikah yang sempat ia gadaikan beberapa hari yang lalu. Akibat ulahnya tersangka diancam pasal 363 KUHP dan Undang Undang Darurat dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” pungkas Alkap.korankito.com/kardo