Kasus Bunuh Diri di Palembang Relatif Tinggi

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede. Foto/Denny

Palembang- Aksi bunuh diri di Kota Palembang relatif tinggi, setidaknya dalam tiga pekan terakhir tercatat ada tujuh warga yang nekat mengakhiri hidupnya sendiri.

Catat Koran Kito menunjukkan, peristiwa bunuh diri terbaru dilakukan seorang pekerja tampal ban Jasman (76) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

Jasad korban, ditemukan tergantung dengan seutas tali tambang di dalam rumahnya Jalan Letkol Nur Amin, Lorong Swadaya Murni, RT 03, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang, Senin (20/1) sekitar pukul 17.00.

“Hingga pertengahan bulan Februari ada tujuh korban bunuh diri, sedangkan bulan Januari ada satu orang.” jelas Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede ketika diminta konfirmasi, Rabu (22/2).

Tingginya aksi bunuh diri ini, Lanjut Marully, disebabkan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh korban, diantaranya himpitan ekonomi, permasalahan keluarga dan lain sebagainya.

“Banyak permasalahan yang menimpa para korban. Bisa saja masalah ekonomi, sosial, maupun keluarga. Hingga akhirnya, korban pun menjadi depresi dan nekat menghilangi nyawanya sendiri,” ujar Marully.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat Kota Palembang untuk memberikan suport serta motivasi bagi anggota keluarganya yang sedang tertimpa masalah yang amat berat. “Dan untuk masyarakat yang mempunyai masalah hendaknya saling berbagi dengan keluarga lain, agar dapat saling membantu menyelesaikannya. Jangan diselesaikan sendiri, nanti malah depresi,” tuturnya.

Artinya, tambah Marully, peran keluarga untuk memberikan motivasi dan pencerahan bagi seorang yang sedang mempunyai masalah atau putus asa sangat dibutuhkan, agar aksi bunuh diri ini dapat diminimalisir. (korankito.com/denny)