Kepala LPKA Akui Masih Ada Warga Binaan Membawa HP

Kepala LPKA Kelas I Palembang, Endang Lintang

Palembang – Kurangnya personil petugas di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak kelas I Palembang, menjadi penyebab masih adanya warga binaan yang memiliki telepon seluler. Ini terbukti dengan adanya anak warga binaan yang bebas mengunggah kegiatannya di dalam lapas ke akun media sosialnya.

Kepala LPKA Kelas I Palembang, Endang Lintang mengatakan, pihaknya terus melakukan pembenahan. Terlebih lagi setelah berubah menjadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang. Tak hanya berbenah secara struktur saja, pengutamaan pembinaan dan pengawasan kepada anak warga binaan pun terus ditingkatkan.

“Kami saat ini lebih mengedepankan pendidikan kepada anak-anak lapas yang berada di bawah binaanya. Sejak berubah menjadi LPKA pengutamaan pendidikan untuk anak-anak di lembaga pembinaan sendiri lebih diutamakan,” kata dia.

Karena itu, pihaknya meminta bantuan atau kerjasama dengan Pemko Palembang guna memberikan fasilitas dan penunjang lainnya dalam hal pendidikan ini. “Kita bekerjasama masalah pendidikan, salah satunya agar anak-anak yang sedang menjalani proses hukum didalam lapas ini juga dapat pendidikan yang lebih layak,”ungkap dia.

Mengenai lepasnya pengawasan terhadap anak binaan di dalam lembaga pengawasan yang bebas berinteraksi dengan dunia luar dan media sosial melalui telepon seluler dan laptop diakui Endang hal tersebut terkadang luput dari pengawasan pihaknya.

Kurangnya personil atau petugas untuk melakukan pengawasan penuh terhadap anak-anak binaan sehingga menyebabkan anak-anak tersebut bisa melakukan interaksi dengan dunia luar melalui media sosial seperti facebook.

“Membawa handphone di dalam lapas sudah tentu tidak boleh. Karena takutnya nanti disalahgunakan terutama di malam hari,” katanya.

Agar anak-anak binaan masih bisa berkomunikasi dengan keluarganya, sambung Endang, pihaknya mempersiapkan warung telepon (wartel) di lingkungan lapas. Wartel tersebut bisa digunakan anak-anak untuk menghubungi keluarganya di siang hari.

Untuk itu, pihaknya pun melakukan koordinasi dan kerjasama dengan orang tua anak binaan. Tujuannya agar membantu membatasi anak-anak mereka yag menjadi warga binaan lapas membawa smartphone ke dalam lapas.

“Kita juga meminta bantuan dari para orang tua agar tidak membekali anak mereka yang menjadi warga binaan membawa handphone dan laptop di LPKA ini,” tukasnya. (korankito.com/ria)