Jual Burung Via Facebook, Agus Diciduk Polisi

Barang bukti satwa yang dilindungi diamankan anggota Polda Sumsel.foto/kardo

Palembang-Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel kembali menggagalkan perdagangan satwa liar yang dilindungi. Kali ini jenis satwa yang dilindungi tersebut yakni empat ekor burung Nuri merah kepala hitam dan dua ekor burung kakak tua.

Satwa ini diamankan dari tersangka Agus Apriyanto (26), warga Jalan Bambang Utoyo, Lorong Sahabat, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Agus menggunakan sosial media seperti facebook untuk menjual burung- burung tersebut.

Tersangka Agus mengaku dirinya sudah enam bulan belakangan ini menjual burung – burung yang dilindungi seperti burung Kakak Tua dan burung Nuri. “Sudah enam bulan, saya jual burung Kakak Tua seharga Rp3,5 juta dan burung Nuri seharga Rp1,6 juta,” ujar Agus, Selasa (21/2).

Menurut Agus, dirinya mendapatkan burung-burung tersebut dari seseorang yang tinggal di Provinsi Banten. “Jadi, saya pesan burung Kakak Tua seharga Rp2,9 juta dan burung Nuri seharga Rp1 juta. Saya transfer uang dulu, baru burung yang saya pesan dikirim ke Palembang,” ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Irawan David Syah, mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya penjualan hewan dilindungi via Facebook. “Kita lakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap akun tersebut, dan kita pancing untuk melakukan transaksi jual beli,” jelasnya.

Menurut Irawan, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka berikut dengan barang bukti berupa burung dan lainnya. “Tersangka akan dikenakan pasal 40 ayat (2) Undang Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” (korankito.com/kardo).