Tak Ada Pelatihan, Guru SMPN 18 Mengajar Secara Otodidak

Salah satu guru sedang melaksanakan tugas mengajar di SMPN 18 Palembang. foto/eja

Palembang – Dikarenakan belum ada pelatihan khusus untuk mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK), guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18 Palembang menggelar KBM-nya secara otodidak. Hal ini diungkapkan oleh salah satu guru matematika SMPN 18 Palembang Erna Veroza seusai memberi pelajaran di ruang kelas VIII.6 SMPN 18 Palembang, Senin (20/02).

Diungkapkannya, ia sudah menjadi tenaga pengajar sejak 17 tahun lalu, tapi baru dua tahun terakhir ini mendapat kepercayaan untuk mengajar ABK. Kendati demikian, diakuinya, sampai saat ini pihaknya belum pernah mendapatkan pelatihan secara khusus terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) pendidikan inklusi.

Maka dari itu, dirinya dan rekan seprofesinya yang lain bertekad tetap mengajarkan peserta didik ABK-nya secara otodidak. Dengan bermodalkan membaca buku pendamping serta mencari referensi dari internet.

“Langkah mengajarnya itu harus pelan, sedikit berbeda dengan kelas pada umumnya. Memang kalau pelatihan khusus tidak ada, jadi kami belajar otodidak untuk mengajarinya sejak dua tahun yang lalu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 18 Palembang Sabaruddin menambahkan, saat ini ada 20 an peserta didik ABK terdata sejak serah terima surak keputusan (SK) sekolahnya menjadi penyelenggara pendidikan inklusi pada 2015 lalu.

“Mulai oenerimaan peserta didik ABK baru berjalan sejak tahun ajaran 2016/2017 karena kita baru ditunjuk 2015 lalu. Kelasnya kita satukan dengan siswa lainnya, agar tidak ada pendiskriminasian serta mempercepat tumbuh kembang mereka melalui interaksi dengan siswa lainnya,” tukasnya. (korankito.com/eja)