Sungai Hantu ‘Telan’ Tiga Nyawa

Korban kecelakaan di Sungai Hantu, Banyuasin dibawa ke RS Bhayangkara Palermbang.foto/kardo

 

 

Palembang-Sungai Hantu yang terletak di Kabupaten Banyuasin memakan tiga nyawa korban. Peristiwanya terjadi, Minggu (19/2) sekitar pukul 18.00, saat kapal ketek yang kelebihan penumpang ini melewati perairan tersebut.

 

Dari 17 penumpang, 14 orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan tiga orang meninggal dunia. Ketiga korban tewas, Mustofa (43) warga dusun Gurung Mali RT 01 RW 08, kecamatan Sei Tebelian, Kalimantan Barat, Suminem (41), warga Desa Gurung Mali RT01 RW08, Kecamatan Sei Tebelian, Kalimantan Barat , dan  Suparman (30) warga Lombok Timur NTB.

 

Menurut Kepala Pembinaan Operasional (KBO) Satpolair Polres Banyuasin, Iptu MR Manik, kecelakaan ketek ini diduga karena kelebihan muatan. Seharusnya ketek bermuatan lima penumpang namun malah membawa 17 penumpang.

 

“Karena kelebihan muatan, ketek hampir sejajar dengan air sungai. Jadi ketika ada gelombang air langsung masuk dan menenggelamkan kapal ketek,” jelas Iptu MR Manik saat ditemui di RS Bhayangkara, Senin (20/2).

 

Para korban tersebut merupakan pekerja atau buruh pemanen sawit PT CLS Pulau Rimau Banyuasin. Diduga para korban ini hendak pulang ke daerahnya.
“Informasi yang didapat, para penumpang baru saja dari Pulau Rimau, mereka menuju simpang PU, lalu akan melanjutkan ke Palembang dan dari Palembang mereka akan naik mobil ke daerahnya masing-masing,”ujarnya.
Saat ini, katanya, 14 korban yang selamat sedang menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan. Sementara tiga orang korban yang meninggal dunia diserahkan ke RS Bhayangkara, sembari menunggu keluarganya datang menjemput.

 

“Dua korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 02.00 Wib dini hari. Sedangkan satunya Suparman ditemukan sekitar pukul 8.30 pagi tadi”ucapnya.

 

“Terutama serang (sopir kapal ketek) akan kita periksa, dan berpotensi menjadi tersangka sebab akibat kelalaiannya orang lain meninggal,”jelasnya.

 

Saat ini, serang atas nama Yanto warga Kualo Puntian Kabupaten Banyuasin sedang dalam pengejaran. “Usai kecelakaan tersebut, sang pengemudi ketek bernama Yanto melarikan diri. Dia akan kita tetapkan sebagai tersangka sebab lalai hingga menyebabkan orang meninggal dunia,”pungkasnya.(korankito.com/kardo).