SMAN 9 Akui Dua Siswanya Ditangkap Polisi

PELAKU – RS (16) dan MRA (16), siswa SMAN 19 saat diamankan anggota polisi.

Palembang – Tertangkapnya dua pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Palembang yang membawa dua bilah senjata tajam (sajam) pisau, di Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Sabtu (18/2) sore, membuat pihak sekolahan angkat bicara.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 9 Syamsul Hairi membenarkan dua siswa tersebut RS (16) dan MRA (16) merupakan siswanya yang duduk di kelas 10. Namun, kerena tempat kejadian perkara (TKP) bukan di wilayah sekolah dan sudah jam pulang sekolah, ia mengatakan bukan tanggung jawab pihaknya.

“Ia memang benar dia siswa kita, namun kita belum mendapat kepastian yang pasti. Karena, baru mendapatkan kabar dari teman-temn dia dan membaca di sejumlah berita,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/2) sekitar pukul 11.00 wib.

Lanjut Syamsul, pihaknya telah menyiapkan sanksi tegas terhadap kedua pelajar tersebut. Terlebih lagi, RS dan MRA sudah mempermalukan pihak sekolahan. Namun, Syamsul belum ingin menyebutkan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada kedua pelajar tersebut.

“Bisa saja kita keluarkan mereka dari sekolahan, karena sudah mempermalukan sekolahan. Namun, kita akan adakan rapat terlebih dahulu, kita akan memanggil orangtua kedua murid itu, namun selesaikan dahulu masalah mereka dengan pihak kepolisian,” terangnya.

Masih dikatakan Syamsul, pihaknya sering melakukan razia untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini. Terakhir, SMAN 9 Palembang bersama BNNP Sumsel dan Diknas Pendidikan Kota Palembang menggelar razia di sekolahan tersebut.

“Kita juga sudah sering mengasih imbauan kepada siswa-siswa untuk tidak membawa barang-barang yang terlarang. Kalau memang ada yang kedapatan membawa barang terlarang, tentu kita akan berikan sanksi tegas berupa skorsing maupun pemberhentian,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim Intel yang diambil dari pada siswa SMAN 9 Palembang. “Disetiap kelas ada satu orang sebagai pengawas. Nantinya, mereka yang memberikan informasi kepada kita kalau ada perkelahian dan siswa yang membawa barang terlarang,” tuturnya.

Sebelumnya, RS dan MRA kedapatan membawa dua bila sajam jenis pisau bayonet dan pisau pramuka oleh unit patroli Sabhara Polresta Palembang yang sedang melakukan patroli rutin saat sedang menongkrong di kawasan Dekranasda, Kecamatan SU I Palembang. (korankito.com/denny)