Sering Mutasi Jabatan Hambat LPPD

Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah secara simbolis menyematkan tanda peserta sosialisasi LPPD.foto/rodi

 

EMPATLAWANG –Mobilitas mutasi yang cukup tinggi di Kabupaten Empat Lawang menjadi kelemahan dalam pembuatan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) kabupaten/kota. Pejabat yang berwenang membuat LPPD, belum selesai menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba dimutasi sehingga LPPD terlambat.

Hal ini diungkapkan M Yamin, Sekretaris Inspektorat Provinsi Sumsel ketika menjadi narasumber kegiatan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) Kabupaten Empat Lawang di Hotel Kito, Senin (20/2).

“Jadi kelemahan yang kami jumpai saat mengawal kabupaten/kota yakni mobilitas mutasi yang sangat tinggi. Baru jabat dipindah, itulah yang sering kita temui di lapangan. Kalau sudah pindah, kami cari dulu sehingga LPPD selesai,” ujarnya.

Dijelaskannya, LPPD sama seperti raport kepala daerah, ada empat kategori penilaian LPPD tersebut dan nilai paling rendah yakni 1 atau A dan paling tinggi 4 atau D. Batas akhir penyampaian LPPD setiap tahunnya yakni 31 Maret.

“Di kabupaten/kota di Sumsel nilainya sudah cukup bagus yakni mendapat nilai 3. Posisi Kabupaten Empat Lawang sekarang sudah nilai 3 atau nilai C. Nilai ini sudah cukup bagus,” katanya.

Sementara Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah mengatakan, LPPD merupakan kegiatan yang sangat vital bagi kepala daerah. Sebab, membuat laporan capaian kinerja berupa keberhasilan program kerja yang telah ditetapkan selama satu tahun, melalui penjabaran program kegiatan oleh SKPD.

“Atau jika diibaratkan sekolah, LPPD ini merupakan raport. Oleh sebab itu saya tekankan kepada kepala SKPD, untuk mengikuti LPPD dengan sungguh-sungguh dan mengutus staf yang benar-benar mengerti capaian SKPD masing-masing,” pungkasnya.korankito.com/rodi