Sempat Dinyatakan Hilang, Suparman Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Salah satu jasad korban terbaliknya perahu jukung di perairan Sungai Hantu Banyuasin. foto/ist

Banyuasin – Korban tenggelamnya perahu motor jenis jukung di perairan sungai Hantu kecamatan Pulau Rimau kabupaten Banyuasin yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan. Saat ditemukan oleh Tim Satuan Polair Banyuasin bersama masyarakat, kondisi korban sudah meninggal dunia.

Korban atas nama Suparman (30) yang merupakan warga Lombok Timur NTB ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelamnya perahu jukung sekitar pukul 08.30 pagi tadi. Setelah ditemukannya jasad korban Suparman ini, maka jumlah korban yang meninggal akibat terbaliknya perahu jukung yakni berjumlah 3 orang.

Sebelumnya, perahu motor yang ditumpangi karyawan PT Cipta Lestari Sawit (CLS) diduga mengalami oleng setelah dihantam ombak sehingga menyebabkan perahu terbalik. Dari data yang berhasil dihimpun di lapangan, perahu motor jenis jukung yang melintas sungai sekitar pukul 18.00 wib itu terbalik disekitar perairan Muaro Sungai Hantu kabupaten Banyuasin.

Perahu motor jenis jukung yang ditumpangi karyawan PT.CLS tersebut bertujuan mengantar karyawan pulang dengan tujuan PU Bunga Karang.

Kejadian terbaliknya perahu jukung itu, dari 17 orang jumlah penumpang yang ada, 14 orang dikabarkan selamat. Namun, tiga penumpang lainnya meninggal dunia di tempat kejadian atau tenggelam.

Ketiga penumpang yang dinyatakan meninggal dunia yakni Mustofa (43) warga desa Gurung Mali RT 01 RW 08 kecamatan Sei Tebelian Kalimantan Barat, Suminem (41) warga Desa Gurung Mali RT 01 RW 08 kecamatan Sei Tebelian Kalimantan Barat dan Suparman (30) yang berasal dari Lombok timur NTB. Setelah kejadian, korban yang meninggal dunia telah di evakuasi ke RS. Bhayangkara untuk dilakukan VER. (korankito.com/heri)