Bisa Dipercaya

Polda: Pengrajin Hentikan Produksi Senpira!

Dir Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo

 

Palembang-Terkait penangkapan dua pengrajin senpira oleh unit Ditreskrimum Polda Sumsel beberapa waktu lalu, membuktikan para pengrajin senpira masih aktif memproduksi sampai saat ini.
Berdasarkan data sejak tahun 2016-2017, ribuan senpira hasil tangkapan dan penyerahan dari masyarakat telah dimusnahkan jajaran kepolisian Polda Sumsel.

Terkait masalah ini, Dir Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo mengungkapkan, saat ini pihaknya telah melakukan upaya-upaya pendekatan kepada para pengrajin. Namun karena jumlah pengrajin di wilayah Sumsel masih banyak, pihaknya masih melakukan upaya tindakan tegas atau upaya penangkapan kepada para pengrajin senpira. Sebab hal tersebut merupakan perbuatan yang melanggar undang-undang.

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

“Kita masih melakukan upaya tegas kepada para pengrajin, ada banyak pengrajin yang masih aktif melakukan produksi di Sumsel. Itu kebanyakan berada di pelosok. Upaya ini kita lakukan agar para pengrajin dapat menghentikan produksi mereka, sebab dari produksi tersebut banyak senpira yang disalahgunakan yang awalnya digunakan untuk berburu, malah digunakan untuk tindak kejahatan,” ungkapnya, Senin (20/2).

Selain itu dirinya juga mengatakan, saat ini daerah yang masih banyak memproduksi senpira yakni OKI, OKU, dan wilayah sekitaran lintas timur. Namun, pihaknya harus melakukan penyelidikan di wilayah yang paling aktif memproduksi senpira. “Untuk wilayah kita masih melakukan pemetaan, namun dari banyaknya jumlah produksi masih didominasi wilayah-wilayah lama,” jelasnya.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada para pengrajin agar menghentikan produksi senpira. “Dari para pengrajin inilah tindak kejahatan menggunakan senjata api semakin meningkat, oleh sebab itu para pengrajin sebaiknya menghentikan produksinya bila tidak mau kita tindak tegas,” pungkas Prasetijo.(korankito.com/kardo).