Penyewa Kios Pasar 16 Tuntut Pemilik Lama

KIOS – Salah satu kios di basement Pasar 16 yang digembok oleh pemilik lama. foto/ria

Palembang – Pedagang di lantai basement Pasar 16 Ilir yang berinisial NN, mengaku dirugikan atas ulah oknum pedagang lama yang menggembok kios yang sudah berakhir masa sewanya. NN menyewa kepada pemilik terdahulu dan telah menyetorkan uang sebesar Rp45 juta. Namun, pada saat ini ia tidak mengetahui adanya peraturan terbaru setelah HGB habis kepemilikan kembali pada pemerintah.

“Kami tidak tahu saat itu jika pemilik lama sudah tidak berhak, padahal kami sudah setor uang sewa. Jadi kami ikuti aturan pemerintah dengan sewa pada PD Pasar, tetapi masalahnya sekarang orang itu (Oknum pedagang lama, red) malah menggembok toko kami,” ungkapnya.

Ia menyesalkan tindakan oknum pedagang lama tersebut. Sebab, dengan demikian ia mengalami kerugian yang cukup besar. “Dalam sehari apalagi kalau ramai penghasilan penjualan tas bisa Rp1 juta – Rp1,5 juta. Sementara toko kami ditutup oleh pemilik lama itu sudah sebulan satu minggu,” katanya.

Ia menjelaskan, toko tersebut sempat digembok oleh oknum tersebut kemudian dibuka oleh tim PD Pasar Palembang Jaya dengan tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Tetapi ditutup lagi oleh oknum itu, yang kedua kalinya akan dibuka oknum itu melawan, jadilah sampai sekarang tutup,” jelasnya.

Menurutnya, ia berharap tokonya kembali dibuka agar ia bisa kembali menyambung hidup dengan kembali berjualan. Selain itu, ia meminta uang sewa yang telah diberikan kepada pemilik lama belum lama ini untuk dikembalikan.

Tak hanya NN yang merasa dirugikan atas tindakan oknum pemilik toko lama. Ji Fa Rusman pemilik pertokoan di basement Pasar 16 dimana toko pedagang pakaian ini pun sempat digembok. Namun ia melawan, hingga akhirnya toko kembali dibuka dan ia bisa berjualan lagi.

“Hanya saja saya juga dirugikan Rp10 juta oleh pemilik toko saya sebelumnya, karena saya tahu orang itu bukan pemilik lagi dan saya sewa pada PD Pasar, saya pun menuntut uang sewa saya,” katanya.

Rusman telah berjualan dan menyewa pada oknum tersebut selama 9 tahun. Ia meminta uang sewa tahun terakhir untuk dikembalikan. “Sampai sekarang belum dikembalikan juga, padahal dia sudah tidak punya hak,” sesalnya.

Kuasa Hukum korban S Usdek Panjaitan menyatakan, pihaknya akan segera membantu mencari jalan keluar permasalah tersebut dan memperjuangkan uang sewa yang sudah disetor penyewa kepada oknum pemilik yang lama.

Ia menerangkan, bahwa kliennya Ji Fa Rusman sebelumnya menyewa dari Oi Ing Siong. Ia diminta uang sewa oleh Oi Ing Siong sebesar Rp10 juta. Sementara Nani Efnita diminta uang sewa Rp45 juta oleh Trivena. Padahal Oi Ing Siong dan Trivena sudah tidak berhak lagi menarik uang sewa karena masa kepemilikan HGB sudah habis pada 3 januari 2016.

“Klien kami sudah tidak mau lagi menyewa pada oknum tersebut,” jelasnya.

Toko-toko tersebut kini dikunci/digembok dan dirantai yang diduga dilakukan oleh Oi Ing Siong dan Trivena yang terjadi sekitar satu bulan terakhir. “Kita akan upayakan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya. (korankito.com/ria)