Begal Gasak Motor Siswa SMA

Siswa SMA yang menjadi korban begal motor saat melapor ke Polresta Palembang.foto/deny

Palembang- Nasib sial menimpa Septian (16). Remaja yang tinggal di Perumahan Ogan Permata Indah (OPI), Kecamatan Seberang Ulu (SU) ini,   harus kehilangan sepeda motornya setelah dibegal.

Atas kejadian itu, pelajar sekolah menengah atas (SMA) ini bersama orangtuanya membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (20/2) sekitar pukul 15.00.

Di hadapan petugas, ia mengatakan, kejadian berawal saat ia hendak pulang ke rumah melintasi depan RSUD BARI Palembang, Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I Palembang, Minggu (19/2) pukul 21.00.

Ketika di tengah perjalanan, ia bertemu dengan dua orang pelaku begal yang berpura-pura sepeda motornya mogok. Pelaku kemudian meminta Septian membantunya mendorong motor tersebut hingga ke bengkel.

“Karena kasihan, akhirnya saya bantu dia. Saya dorong motornya menggunakan kaki, satu pelakunya ikut dibonceng saya,” ucap Septian di hadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang.

Namun, tiba-tiba sepeda motor pelaku hidup kembali. Ketika itu juga, pelaku yang dibonceng langsung menghunuskan sajam ke pinggang korban dan menggiring korban masuk ke Stasiun Kertapati.

“Saat di jembatan dekat stasiun Kertapati, motornya hidup, lalu satu temannya yang saya bonceng mengarahkan saya masuk ke dalam stasiun sambil pisau diarahkan ke saya dari belakang,” ungkap dia.

Di bawah ancaman senjata tajam pisau, korban merelakan sepeda motornya dibawa kabur pelaku. “Mereka mengancam karena takut saya pun menyerahkan kunci motor di belakang statiun itu ,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Sudah kita terima laporan dari korban dan akan segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.korankito.com/denny