Bisa Dipercaya

Suporter Pertanyakan Kepelatihan Widodo

Pelatih Sriwijaya FC Widodo C. Putro. Foto/Resha

Gianyar – Hasil pertandingan laga pamungkas Grup D Piala Presiden antara Pusamania Bornoe FC melawan Sriwijaya FC, Sabtu (18/2) rupanya berdampak buruk pada paradigma suporter terhadap tim. Meraih kekalahan 1 – 0 di stadion I Wayan Dipta, Bali, rupanya kepelatihan Widodo C. Putro mendapat kritikan pedas dari suporter.

Kritikan tersebut datang dari fanspage (FP) facebook suporter pendukung Laskar Wong Kito. Melalui berbagai akun, banyak yang meminta agar Widodo C. Putro berhenti menukangi Sriwijaya FC. “Sudah seharusnya dan saatnya manajemen mendengarkan aspirasi para Fans dan Suporter jika SFC ingin berprestasi. GANTI PELATIH, WIDODO OUT,” terang salah satu akun FB.

Berita Sejenis

Duel PS Palembang VS Lahat Ditunda

PS Palembang Pesta Gol

Tekuk Empat Lawang, Kuda Hitam Jadi Pimpinan Klasemen

1 daripada 11

Hal tersebut menjadi viral dikalangan netizen pendukung SFC. Sebab, dalam pertandingan tersebut netizen mempertanyakan pemain tidak terlalu agresif dalam menyerang. Walaupun dalam posisi aman untuk melaju kedelapan besar, mereka tidak sepatutnya untuk tidak berleha-leha dalam melakoni laga tersebut. “Widodo pelatih bagus, tapi dia tidak cocok dengan SFC,, Widodo gak ada mental juara. Bertahan mululu… kalo udah kebobolan baru gencar serangan.. percuma , tim lawan udah parkir bus.. Itu bisa d liat dari tsc kemaren dan piala presiden ini…” terang salah satu akun. Dan masih banyak kritikan pedas lainnya, meski banyak juga yang masih mendukung.

Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC akhirnya angkat bicara. Dikatakan melalui Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid, tim saat ini masih segar dan baru. Beberapa pemain baru saja bergabung, sehingga proses adaptasi masih dilakukan oleh jajaran kepelatihan. “Tim ini kan baru beberapa orang bergabung, seperti Yanto Basna, Bio Paulin, dan Nur Iskandar. Jadi kita harus bersabarlah. Kita serahkan ke pelatih-pelatih bagaimana strateginya,” ujarnya ketika dihubungi Minggu (19/2).

Kendati demikian, hasil kerja keras pelatih juga yang mengantarkan Sriwijaya FC melaju ke babak delapan besar. Hal tersebut haruslah disikapi dengan bijak dan tidak diabaikan. Ia menganggap, jajaran pelatih sudah bekerja keras melakukan yang terbaik untuk Sriwijaya FC. “Lagi pula Ajang Piala Presiden kan jadi try out untuk SFC ke kompetisi resmi Liga 1 nanti. Jadi kalau dipressure dengan ekspestasi terlalu tinggi kita juga ingin menang. Tapi sepakbola kan bukan berarti pemain bagus lantas sudah pasti menang, tidak seperti itu,” tukasnya. (korankito.com/Resha)