PTS Diminta Siapkan Fasilitas untuk Disabilitas

Rektor Universitas Taman Siswa Palembang Joko Siswanto.Foto/Eja

Palembang – Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II mengimbau kepada seluruh kampus diyuridisnya untuk dapat melengkapi sarana dan prasarana untuk mahasiswa penyandang kebutuhan khusus atau disabilitas.

Menurut Ketua Kopertis Wilayah II Slamet Widodo hal itu menyikapi edaran Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristek-Dikti) mengenai pengimplementasian Undang-Undang No 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas.

Slamet minta setiap perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayahnya agar dapat melaporkan berapa jumlah mahasiswa disabilitas di kampusnya.

Slamet mengatakan, bahwa setiap kampus harus mempunyai sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung untuk  mahasiswa disabilitas, karena pada dasarnya setiap orang berhak untuk mendapat pelayanan dan pendidikan yang sama tanpa memandang status maupun keadaan fisiknya. “Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam mencerdaskan anak bangsa, mengingat apapun kekurangan mereka pasti juga ada kelebihannya. Maka dari itu, kami mengimbau agar pihak kampus mampu menyediakan sarana untuk mereka,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Rektor Universitas Taman Siswa Palembang Joko Siswanto, pada dasarnya lembaga pendidikan harus menerima peserta didik dengan segala macam keterbatasan yang mereka miliki, terutama untuk lembaga pendidikan pemerintah atau negeri.

“Selayaknya bukan hanya lembaga pendidikan saja yang melengkapi diri dengan sarana dan prasarana maupun infrastruktur untuk penyandang disabilitas, melainkan sarana publik seperti taman, Mall dan perkantoran juga harus mempunyai standar bangunan untuk mereka, minimal toilet dan jalan khusus,” terangnya, Ahad (19/2).

Sementara ini, lanjutnya, dikampusnya memang belum ada infrastruktur maupun mahasiswa disabilitas. Kedepan, jika memang ada mahasiswa disabilitas yang mau mendapatkan pendidikan di kampusnya, maka pihaknya siap menampung dan juga akan melengkapi infrastruktur tersebut.

“Kita lihat juga nanti kalau seandainya jika ada mahasiswa disabilitas yang mendaftar, kalau memang tidak dibisa dibimbing oleh dosen kami maka kami akan memanggil dosen khusus untuk memberikan pelajarannya,” tambahnya. (korankito.com/eja)