Mabuk, Salim Ajak Polisi Berkelahi

Seorang pengendara saat diamankan petugas razia dari Polresta Palembang.foto/deny

Palembang- Diduga sedang dalam kondisi mabuk, Salim Farid (35), menantang petugas kepolisian yang menggelar razia di Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Sabtu (18/2) malam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Salim yang saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha tanpa nomor kendaraan dan kunci kontak mencoba menerobos razia petugas. Namun, berkat kesigapan petugas, Salim berhasil dihentikan.

Saat ditanya surat-surat kendaraannya, Salim mulai berulah dengan membentak-bentak petugas kepolisian. Meski sudah dipegang oleh anggota kepolisian lainnya, Salim tetap saja berontak dan hendak memukul serta menendang polisi yang menghentikan kendaraannya.

Salim akhirnya dapat ditenangkan dan dibawa ke meja tilang untuk dilakukan pendataan. “Saya tidak melawan, tadi saya kira dia itu preman makanya saya ajak berantem. Saya bener tidak tahu kalau dia polisi,” kata Salim saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Kasatlantas Polresta Palembang Kompol Haris Batara membenarkan adanya insiden tersebut. “Memang ada masyarakat yang mabuk dan melawan petugas,” katanya.

Pihaknya hanya melakukan pendataan terhadap pelaku. “Kita hanya data saja, dan kendaraan kita kenakan pelanggaran. Saat kita geledah tidak menemukan benda-benda terlarang,” tambah Haris.

Razia yang digelar selama dua jam terhitung sejak pukul 22.00 hingga 00.00 ini, berhasil mengamankan puluhan kendaraan bermotor roda dua yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.

“Kita mengamankan 27 motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Namun, untuk masyarakat yang membawa barang-barang terlarang tidak kita temui malam ini,” tuturnya.

Menurutnya, razia ini merupakan antisipasi terjadinya tindak kriminal 3C (curas, curat, dan curanmor-red) serta kejahatan lainnya berupa sajam, senpi dan narkoba.

“Jadi, menindaklanjuti perintah dari pimpinan, kita menggelar razia ini. Gunanya, mengantisipasi terjadinya aksi kejahatan, setidaknya memperkecil ruang lingkup pelaku-pelaku kriminal,” pungkasnya.korankito.com/denny