250 Operator Dapodik Ikuti Musda

MUSDA : – Sedikitnya 250 operator data pokok pendidikan (Dapodik) ikuti musyawarah daerah (Musda) Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (Foppsi) Sumatera Selatan (Sumsel) pertama di aula asrama haji Palembang, Ahad (19/02). Foto/Eja

Palembang – Sedikitnya 250 operator data pokok pendidikan (Dapodik) ikuti musyawarah daerah (Musda) Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (Foppsi) Sumatera Selatan (Sumsel) pertama di aula asrama haji Palembang, Ahad (19/02).

Ketua Pelaksana Musda Foppsi Sumsel Noer Hardy Setiawan menuturkan, ini adalah Musda perdana sejak berdirinya Foppsi di Sumsel pada Juni 2016. Dalam Musda kali ini pihaknya membahas mengenai cara pengisian data pokok pendidikan (Dapodik) agar lebih efisien. Biasanya, yang menjadi kendala dalam pengisian Dapodik adalah data dari siswa yang lambat dikirimkannya ke sekolah serta jaringan saat melakukan verifikasi secara online. “Selain membahas mengenai cara pengisian Dapodik, pada kesempatan ini juga kami mendengarkan kendala apa saja yang dialami ketika pengisian Dapodik, baik dari segi jaringan, aplikasi, hingga upah yang diterima oleh mereka,” tuturnya.

Pihaknya berharap, kedepan tidak lagi ditemui kesulitan dalam pengisian Dapodik maupun tingkat kesejahtaraan operator. “Masih menjadi usulan kami mengenai kesejahteraan operator ke pemerintah, sebab upah yang rata-rata kami terima tidak sebanding dengan yang kami terima,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Foppsi Sumsel Wiwin Fitriana menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih belum bisa memberikan angka jumlah operator yang ada di sekolah, meski disetiap sekolah biasanya hanya ada satu orang yang menjadi operator. “Saat ini masih kami petakan jumlah operator, karena yang di daerah masih belum mengumpulkan formulir keanggotaan,” ulasnya. (korankito.com/eja)