Bisa Dipercaya

44 Pelajar SMA Ikuti Pelatihan Jurnalistik

PELATIHAN – Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera, Juha P. Salin saat memberikan pengarahan kepada siswa peserta pelatihan jurnalistik di aula SMA 3 Palembang.

Palembang – Sebanyak 44 siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat se-Kota Palembang ikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Lingkar Muda Jurnalis Indonesia (LJMI). Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan pembicara yaitu Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera, Juha P. Salin, di aula SMAN 3 Palembang selama dua hari sejak 18-19 Februari 2017.

Ketua LJMI Teguh Firmansyah menyebutkan, Palembang adalah kota kedua setelah Lampung mendapatkan pelatihan jurnalistik dengan dua kota destinasi lain yaitu Padang dan terakhir di Medan yang dijadwalkan pada April mendatang.

Berita Sejenis

Dijambret, Mahasiswi Kehilangan Ponsel

Mangkir Latihan, Nasib Bio Diserahkan Kepelatih

‘Mandra’ Diciduk Polisi Saat Pulang Kerumah

1 daripada 3.095

Teguh menjelaskan, masyarakat harus melek media dan mampu memilah informasi secara benar jangan sampai termakan isu hoax atau yang tidak benar. Salah satu cara yang paling mudah adalah mencari informasi kebenaran berita tersebut, mengingat mudahnya mencari informasi melalui media sosial.

“Untuk itu kami menggelar pelatihan ini, agar generasi muda bisa memilah informasi sebelum disebarkan kembali melalui media sosial. Kami juga akan membekali mereka bagaimana cara menulis, liputan dan pengambilan foto untuk berita,” terangnya disela pelatihan jurnalistik siswa SMA, Sabtu (18/02).

Hal senada diungkapkan oleh Konsultan Amerika Serikat di Medan Juha P. Salin menerangkan, media adalah jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, seorang jurnalis harus bisa memberikan informasi yang benar, lengkap dan lugas.

“Ilmu jurnalistik sangat penting dipelajari sejak masih sekolah. Intinya bagi mereka baik penulis atau pembaca berita harus menggali informasi dari berbagai sumber yang ada, jangan langsung termakan isu yang ada tanpa pemahaman ataupun pendalaman materi tersebut terlebih dahulu,” ucapnya dalam bahasa Inggris setelah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Palembang Rusdiana menambahkan, kegiatan inia sangat positif karena siswa dapat mendapatkan informasi lebih cepat dan dapat memilah informasi yang benar dan hoax.

“Di SMAN 3 Palembang sendiri sudah ada ekstrakurikuler jurnalistik, kedepan kami menjalin kerjasama dengan pihak media. Selain itu, mereka yang ikut pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat dari LJMI,” tambahnya. (korankito.com/eja)