Bisa Dipercaya

PR Besar Menanti Kepala Perwakilan BI Sumsel

Palembang – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan resmi diganti. Dimana Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya Hamid Ponco Wibowo di promosikan menjadi Kepala Perwakikan BI Provinsi Jawa Tengah dan digantikan  Rudi Khairudin yang sebelumnya menjabat Kepala Grup Departmen Pengelolaan Devisa.

Serah terima jabatan dilaksanakan di lantai 4 Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel Jumat (17/2), dihadiri langsung Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi. Dalam sambutannya Rosmaya Hadi berharap Kepala Perwakilan BI Sumsel yang baru, dapat mengikuti trend kerja kepala perwakilan yang lama, yang berhasil menjaga stabilitas keuangan dan pengendalian inflasi apalagi Rudi Khairudin merupakan putra daerah Sumsel.

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

“Sebagai putra daerah asli Sumsel, kepala perwakilan yang baru, harus memberikan yang terbaik bagi daerah asalnya. Bukan hanya itu saja namun juga dapat menempatkan BI sebagai bank sentral yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di provinsi ini ,” jelasnya.

Ia menjelaskan mengenai perpindahan yang terjadi di lembaganya, merupakan hal biasa untuk mensinergikan antar lembaga agar lebih baik lagi begitupun yang terjadi di kantor perwakilan Sumsel. Dimana, perpindahan adalah langkah strategis, untuk mencari putra daerah, yang mampu mengembangkan provinsi yang memiliki potensi yang sangat menarik.

“Banyak tantangan bagi kita yang baru. Apalagi, tantangan ekonomi global masih mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di hampir seluruh daerah di Indonesa. BI memiliki tanggung jawab terhadap hal itu.

Ia mengatakan untuk menekan inflasi yang tinggi dimasa mendatang, perlu adanya perbaikan struktural ekonomi Sumsel, melalui penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah dan perbankan.

“Saya mengapresiasi dengan sinergi yang sudah terbangun saat ini yang terjalin melalui forum Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tapi, perlu ada kebijakan lebih, dalam menjaga stabilitas ekonomi,” tukasnya.

Mengenai inflasi di Sumsel sejauh ini, berdasarkan rilis yang disampaikan, memasuki Februari 2017, tekanan inflasi di angka 0,97%, ini kelihatan meningkat 3,02% menjadi 3,49% secara nasional.

Di Sumatera Selatan, inflasi di provinsi ini pada Januari 2017 tercatat meningkat 0,61 persen (mtm) atau secara year on year (yoy) 3,58%, berada diatas realisasi inflasi nasional di angka 3,49%.

“Seperti yang saya bilang, jika Sumsel cukup unik. Selain memiliki kekayaan alam yang berlimpah, komoditas penyumbang inflasi nya juga unik, selain telur ayam dan daging ayam, ada tarif pulsa ponsel dan angkutan udara,” sampainya.

Selain itu juga event yang akan dilaksanakan pemerintah, dapat menjadi sesuatu yang dapat memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Dimana, untuk Sumsel sendiri, dapat membranding  sebagai kota dengan penyelenggara event internasional. Artinya pemerintah dapat menjadikan trademark event internasional untuk memperbaiki pertumbuham ekonomi.

“Venue-venue bertaraf internasional di Palembang sangat baik dan sangat menarik. Jadi ini dapat dijadikan bahan untuk membawa investor datang menanamkan modalnya kesini,” ulasnya. (korankito.com/ria)