Pemkot Bayar Hutang ke Pihak Ketiga Rp 90 Miliar

H. Hoyin Rizmu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang

Palembang –   Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang mengklaim telah mencicil utang kepada pihak ketiga. Cicilan utang tersebut merupakan pembayaran proyek di tahun 2016 sebesar Rp 90 miliar.

“Dari total semua utang kita aebesar Rp 235 miliar baru Rp 90 miliar yang kita bayar jadi belum semuanya,” kata Kepala BPKAD, M Hoyin Rizmu, ditemui usai melakukan fakta integritas pegawai BPKAD yang disaksikan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, di kantor BPKAD, Kamis (16/2).

Menurut Hoyin, dana yang digunakan untuk membayar utang tersebut didapatkan dari penerimaan pajak dan retribusi sehingga dapat membayar utang, sisanya akan dibayar  pada bulan Mei mendatang sehingga utang ke pihak ketiga lunas semua.

Pihaknya belum dapat membayar utang ke pihak ketiga karena tidak kas daerah belum ada sedangkan dana pinjamsn yang dijaukan kepada Bank Sumsel Babel belum juga cair karena masih dalam proses dengan BPKP. Setelah proses tersebut pengajuan dana dapat dicairkan.
“Dana pinjaman yang kita ajukan  Rp 100 miliar, kita berharap pinjaman segera cair karena untuk membayar utang serta operasional lainnya,”kata Hoyin

Sedangkan dana bagi hasil (DBH) dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sejak tahun 2015 dan 2016 lalu yang mencapai Rp 300 lebih sangat dibutuhkan, karena uang tersebut untuk membayar proyek serta kegiatan lainnnya, belum dibayarnya DBH menggangu  keuangan daerah menjadi defisit.

Tidak hanya itu saja BPKAD sedang melakukan pendataan aset pemkot berupa mobil Dinas karena dengan adanya nomenklatur otomatis kendaraan operisional dibagi dengan OPD yang baru terbentuk. (korankito.com/ria)